Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia Mike Sutton

Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia Mike Sutton

Raih ISO 27001, Allianz Bisa Terbitkan Polis Digital

Sabtu, 9 Mei 2020 | 22:06 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) meraih Sertifikat ISO 27001:2013. Dengan sertifikasi itu, perseroan bisa menerbitkan polis secara elektronik atau digital.

Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia Mike Sutton menerangkan, lingkup proses yang yang telah mendapatkan sertifikasi adalah perlindungan data nasabah. Dengan demikian, pihaknya bisa menerbitkan polis secara elektronik atau digital pada produk asuransi jiwa individu.

Sedangkan untuk Allianz Utama, sambung dia, lingkup proses yang telah tersertifikasi juga mengenai perlindungan data nasabah. Maka, Allianz Utama dapat turut melayani penerbitan polis secara elektronik atau digital pada produk asuransi kendaraan paket standar.

"Hal ini didasari oleh kepercayaan kami bahwa customer centricity akan membantu Allianz membangun kepercayaan dan loyalitas nasabah, serta mempertahankan posisi perusahaan di pasar, sehingga mendapatkan keunggulan kompetitif,” kata Mike melalui keterangan tertulis, Jumat (8/5).

Selanjutnya, kata dia, Allianz sebagai perusahaan asuransi yang menyelenggarakan sistem elektronik dengan lingkup privat, pihaknya enantiasa berupaya memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE).

Di sisi lain, bagi perseroan nasabah merupakan fokus utama, sehingga standardisasi dalam tata kelola sistem informasi penting untuk ditingkatkan. Pada era digital saat ini, kata Mike, keamanan cyber masih menjadi tantangan di Indonesia, sedangkan data dan sistem informasi merupakan aset perusahaan yang sangat penting.

Terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sebagian besar perusahaan dipaksa untuk melakukan bisnis dari rumah atau work from home.

Dia menyatakan, kondisi itu membuat masyarakat semakin bergantung kepada teknologi digital, sehingga ancaman terhadap keamanan cyber semakin meningkat.

Perusahaan yang telah tersertifikasi ISO 27001 berarti telah melakukan langkahlangkah untuk mencegah pelanggaran data dan melindungi perusahaan dari ancaman cyber.

Head of Information Technology Allianz Utama Indonesia Harry Sible menambahkan, berharap pihaknya bisa meningkatkan kemampuan sistem teknologi seiring diraihnya sertifikasi ISO 27001:2013.

"Kami berharap perusahaan mampu meningkatkan kemampuan sistem teknologi informasi sekaligus melindungi informasi nasabah dan karyawan, mengelola risiko keamanan informasi secara efektif, mencapai standar kepatuhan yang telah ditentukan perusahaan, serta menjaga reputasi perusahaan,” ungkap dia.

Sementara itu, pada awal 2020, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi membahas Rancangan Undang- Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU DPP). RUU PDP ini menekankan tiga poin penting dalam perlindungan data, yaitu kedaulatan data, perlindungan terhadap pemilik data pribadi dan hak-hak pemilik data pribadi, serta kewajiban pengguna data pribadi.

Terkait hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) ingin memastikan setiap perusahaan yang melakukan transaksi elektronik wajib mendaftarkan sistem elektroniknya. Hal ini sesuai dengan PP Nomor 71/2019 tentang PSTE.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN