Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (22/9). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Menteri BUMN Erick Thohir saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (22/9). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Raih PMN Rp 20 Triliun, IFG Segera Tuntaskan Restrukturisasi Polis Jiwasraya

Rabu, 22 September 2021 | 23:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Badan Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau Indonesia Financial Group (IFG) meraih penyertaan modal pemerintah (PMN) senilai Rp 20 triliun di tahun 2021. Dana tersebut menjadi bagian dari rencana menuntaskan program restrukturisasi polis PT Asuransi Jiwa (Persero).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, holding perasuransian dan penjaminan IFG akan meraih PMN senilai Rp 20 triliun di tahun ini. Hal itu dipastikan setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan dan DPR lewat sederet rapat yang telah dilakukan.

Dia menerangkan, penggunaan PMN itu utamanya untuk menyelesaikan proses restrukturisasi polis Jiwasraya yang akan ditransfer ke IFG Life, anak usaha IFG berbasis asuransi jiwa yang belum lama ini terbentuk. Adapun sebanyak 97% nasabah Jiwasraya telah menyetujui program restrukturisasi tersebut.

"Jadi insya Allah nanti para nasabah yang selama ini terkatung-katung bisa diselesaikan dan ini merupakan legacy daripada tentunya Komisi VI juga yang mendukung, bagaimana prihatin terhadap para nasabah yang terbengkalai selama belasan tahun," kata Erick saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (22/9).

Sebelumnya juga diketahui, PMN yang dibutuhkan IFG untuk menangani program restrukturisasi polis Jiwasraya adalah sebesar Rp 22 triliun. Namun demikian, dana yang diperoleh hanya Rp 20 triliun di tahun 2021. Sedangkan sisa kebutuhan sebesar Rp 2 triliun di tahun 2022 tidak disetujui.

Dengan begitu, IFG perlu menambal kebutuhan IFG Life setidaknya sebesar Rp 6,7 triliun atau lebih besar Rp 2 triliun dibandingkan rencana awal sebesar Rp 4,7 triliun. Hal itu disampaikan Wakil Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (1/9).

Dia menyebut, kebutuhan dana menyangkut persoalan Jiwasraya adalah Rp 26,7 triliun. Maka dengan adanya PMN sebesar Rp 22 triliun, BPUI perlu melakukan upaya lain berupa raising fund senilai Rp 4,7 triliun. Komitmen ketersedian dana PMN sebesar Rp 22 triliun dan sumber dana lainnya dipakai sebagai basis dalam membuat skenario restrukturisasi polis.

Dengan skenario restrukturisasi itu, liabilitas Jiwasraya bisa turun 40% dari sekitar Rp 59 triliun menjadi Rp 35,9 triliun. "Dari restrukturisasi itu dibutuhkan Rp 22 triliun untuk menyelesaikan semua persoalan di Jiwasraya, sehingga nanti IFG Life berjalan sebagai perusahaan asuransi yang sehat dengan RBC diatas 120%," ucap Hexana.

Namun demikian, skenario itu nampaknya meleset. "Kami juga mendapat informasi dalam rapat dengan DJKN Kemenkeu untuk tahun anggaran 2022, tidak ada alokasi PMN sebesar Rp 2 triliun. Padahal komitmen dana yang dibutuhkan sebesar Rp 26,7 triliun. Kalau tadinya BPUI harus berupaya menambah Rp 4,7 triliun, sekarang BPUI harus mencari upaya sendiri sebesar Rp 6,7 triliun, atau naik Rp 2 triliun dari sebelumnya," beber dia.

Dia pun mengungkapkan, tidak adanya PMN tambahan bakal berdampak pada finansial holding. Lebih jauh, kapasitas atau fleksibilitas IFG untuk memperkuat dan mengembangkan industri asuransi akan lebih terbatas. Di samping itu, holding pun akan meminta relaksasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal penambahan modal seiring dengan upaya memenuhi kebutuhan IFG Life.

"Oleh karena itu BPUI mencari upaya lain untuk menutup selisih dana itu melalui raising fund. Di samping itu, perlu relaksasi dari OJK. Karena berdasarkan ketentuan bahwa penambahan modal tidak boleh bersumber dari utang. Sedangkan sebagai konsekuensi dari mengganti PMN senilai Rp 2 triliun maka rising fund dari utang bank," ungkap Hexana.

Di sisi lain, Hexana mengatakan, IFG Life telah disiapkan untuk menerima transfer portofolio dari Jiwasraya yang sudah direstrukturisasi. Perusahaan sudah dibentuk tahun lalu dan mendapatkan lisensi untuk beroperasi dari OJK sebagai perusahaan asuransi jiwa. Kemudian operasional dan infrastruktur pun sudah disiapkan.

"Kami sudah siap dari produk, infrastruktur, teknologi informasi, SOP, policy, dan SDM. Kemudian BPUI juga telah menambahkan Rp 360 miliar, disamping Rp 150 miliar modal pendirian untuk melengkapi IFG Life dalam set-up perusahaan dan persiapan lainnya," ucap dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN