Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bitcoin: IST

Ilustrasi Bitcoin: IST

Rencana Pajak Biden Dorong Bitcoin Jatuh Di Bawah US$ 50.000

Sabtu, 24 April 2021 | 13:14 WIB
Fajar Widhiyanto

Bitcoin dan mata uang kripto lainnya mencetak kerugian tajam pada hari Jumat (23/4), menyusul kekhawatiran adanya rencana Presiden AS Joe Biden untuk menaikkan pajak capital gain bakal membatasi investasi publik di aset digital.

Laporan berita pada hari Kamis mengatakan, pemerintahan Biden sedang merencanakan serangkaian perubahan yang diusulkan pada aturan perpajakan AS, termasuk rencana untuk hampir menggandakan pajak atas capital gain menjadi 39,6% untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari US$ 1 juta.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar dan terpopuler, merosot menjadi US$ 47.555, jatuh di bawah US$ 50.000 untuk pertama kalinya sejak awal Maret. Terakhir turun 4% di angka US$ 49.667.

Pesaing Bitcoin yang lebih kecil, Ether dan XRP juga mengalami penurunan, masing-masing turun 3,5% dan 6,7%. Sementara dogecoin yang sejatinya dibuat sebagai lelucon untuk pengguna kripto, dan sempat melonjak sekitar 8.000% tahun ini, anjlok 20% di angka US$ 0,21, demikian data CoinGecko yang dikutip Reuters, Sabtu (24/4).

Rencana pajak yang mengguncang pasar ini, mendorong investor untuk profit taking di saham dan aset berisiko lainnya, yang telah reli besar-besaran di tengah harapan pemulihan ekonomi yang solid.

"Dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada harga bitcoin, pemegang kripto yang memperoleh keuntungan akan dikenakan kenaikan pajak ini," kata Nick Spanos, pendiri Bitcoin di Bitcoin Center kota New York. Dia mempreediksi bitcoin bisa turun lebih jauh dalam beberapa hari mendatang.

Bitcoin berada di jalur kerugian sebesar 11,3% pada pekan ini, penampilan terburuk mingguan sejak akhir Februari 2021. Kendati di tahun ini sejatinya bitcoin masih mengalami kenaikan 72%.

Sementara itu di media sosial muncul postingan tentang rencana yang merugikan mata uang kripto, dan diikuti oleh keluhan para investor individu tentang kerugian yang mereka alami. Di sisi lain beberapa pedagang dan analis mengatakan penurunan cenderung akan bersifat sementara.

"Saya tidak berpikir rencana pajak Biden akan berdampak besar pada bitcoin," kata Ruud Feltkamp, ​CEO Cryptohopper. "Bitcoin naik untuk waktu yang lama, itu wajar untuk melihat konsolidasi. Pedagang hanya (berupaya) mencairkan (uang) kemenangan," ujarnya.

 

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN