Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar

Rights Issue Rp 7 Triliun, Bank Jago akan Naik ke BUKU 3

Jumat, 26 Februari 2021 | 15:56 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Jago Tbk akan menggelar Penawaran Umum Terbatas (PUT) II atau rights issue sebanyak 3 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 2.350 per lembar saham. Adapun total dana yang ditargetkan dari rights issue tersebut adalah sebesar Rp 7,05 triliun.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Indra Gupta Siregar mengatakan, dengan target perolehan dana Rp 7,05 triliun ditambah modal inti saat ini yang mencapai Rp 1,3 triliun, maka modal inti Bank Jago pasca rights issue menjadi sekitar Rp 8 triliun atau masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3.

"Kami menjadi salah satu bank yang pertumbuhannya tercepat, dari BUKU 1 menjadi BUKU 3 hanya butuh waktu kurang lebih 15 bulan," kata Kharim dalam press briefing di Kantor Pusat Bank Jago, Jakarta, Jumat (26/2).

Permodalan Bank Jago memang tumbuh signifikan hanya dalam kurun waktu singkat. Pada masa pra akuisisi tahun 2019, Bank Jago masih berada pada kategori BUKU 1 dimana modal inti masih di bawah Rp 100 miliar. Kemudian pada April 2020, Bank Jago melakukan rights issue I yang membuat modal inti perseroan bertambah menjadi Rp 1,3 triliun atau naik menjadi BUKU 2.

Dengan rights issue II tahun ini dimana Bank Jago menerbitkan 3 miliar saham baru dengan target dana hingga Rp 7 triliun, maka modal inti Bank Jago akan kembali naik hingga Rp 8 triliun. Dengan besaran modal tersebut, Bank Jago akan naik kelas menjadi bank BUKU 3 dimana syarat menjadi bank BUKU 3 adalah memiliki modal inti Rp 5 triliun-Rp 30 triliun.

Lebih lanjut Kharim menjelaskan, dari perolehan rights issue tersebut, 97% akan digunakan untuk ekspansi bisnis yang meliputi partnership lending, integrasi apps, pengembangan apps, kolaborasi dengan digital ecosystem, dan pendirian unit usaha syariah (UUS). Sedangkan sisanya sekitar 2% digunakan untuk pengembangan TI dan 1% untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Kharim menambahkan, rights issue tersebut juga merupakan bagian dari cara perseroan memenuhi aturan OJK yang mewajibkan bank memiliki modal inti Rp 3 triliun hingga tahun 2022. "Memang awalnya untuk memenuhi minimum modal OJK Rp 3 triliun di tahun 2022. Tapi kelihatan respons pasar cukup baik, ada beberapa investor baru yang menunjukkan ketertarikannya melakukan penyertaan," papar Karim.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN