Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Rupiah akan Relatif Stabil di 14.475-14. 625

Selasa, 28 Juli 2020 | 10:47 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi (28/7/2020) menguat 80 poin atau 0,55% menjadi Rp14.455 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.535 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan, rupiah minggu lalu melemah karena dua faktor. Pertama adalah permintaan yang cukup banyak dari bank-bank untuk pembayaran transfer sementara di pasar saham terjadi outflow, sehingga menyebabkan rupiah melemah.

“Selain itu juga sentimen-sentimen positif tidak ada. Di lihat dari global currencies memang minggu lalu tidak banyak yang bergerak karena dolar sudah di level 94 95. Mungkin minggu ini rupiah akan relatif stabil di 14.475 sampai 14. 625,” ujarnya.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Adrian melihat, tekanan dari US dollar di pekan ini tampaknya tidak ada. Karena kondisi politik di Amerika Serikat saat ini kurang begitu menggembirakan.

“Kita lihat terjadi banyak tarik menarik antara Partai Demokrat dan Partai Republik terkait dengan bantuan langsung tunai yang akan berakhir bulan Juli. Kemudian yield di AS itu US Treasury  sudah sangat compress dan real interest rate itu sudah sangat jatuh ke bawah. Itu yang menyebabkan terkadi outflow dari dolar dan masuk ke dalam precious mettal seperti emas dan komoditi itu naik. Ini Menyebabkan dolar itu terus turun ke bawah. Di lain pihak, kita lihat misalnya yuan itu stabil di level 7, juga mata uang Asia lainnya tidak punya insentif unrtuk menguat karena perekonomian di kuartal 2 tidak begitu baik,” paparnya.

Oleh karena itu, Adrian menilai pergerakan rupiah juga tidak akan banyak berfluktuatif.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN