Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Rupiah Berpeluang Menguat Terpengaruh Sentimen Positif Pekan Lalu

Senin, 21 September 2020 | 10:03 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (21/9/2020) bergerak menguat 65 poin atau 0,44% menjadi Rp14.670 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.735 per dolar AS.

Treasury Research Analyst Bank BNI, Puguh Andik Prasetyo, dalam perbincangannya dengan BeritaSatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (21/9/2020) mengatakan, rupiah pagi ini menguat karena sentimen positif pekan lalu masih terbawa hingga pekan ini.

“Sentimen dari dalam negeri, energi BI cenderung positif di mana ekspektasi pertumbuhan ekonomi masih juga tinggi 4,8-5,8% di tahun depan dan ini lebih tinggi dibandingkan prediksi pemerintah yang hanya 4,5-5,5%,” katanya.

Menurut Puguh, rupiah akan sedikit mengalami  tekanan karena kondisi corona dalam negeri yang Sabtu lalu mencetak rekor penambahan baru di angka 4.100-an.

“Rupiah hari ini kemungkinan akan menguat tetapi jika dilihat dari pembukaan yang sangat rendah tadi, rupiah akan sedikit mengalami tekanan,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, Puguh melihat rupiah pekan lalu cukup mengalamui tekanan akibat adanya PSBB. Namun jika dilihat sepanjang pekan lalu, dengan adanya trade balance, juga pengumuman RDG BI yang hasilnya cukup positif.

“Selain itu Senin pekan lalu perkembangan vaksin corona juga bagus di mana vaksin akan siap di akhir tahun ini juga ujiklinis vaksin AstraZeneca yang sempet dihentikan kemudian dilanjutkan kembali. Sentimen positif juga datang dari hubungan AS-Tiongkok terkait Tiktok dimana Trump setuju akan konsep yang ditawarkan Oracle,” katanya.  

Puguh menyatakan rupiah berpeluang melemah pekan ini dengan salah satu pendorongnya adalah kasus corona dalam negeri yang masih tinggi. “Namun rupiah di awal pekan ini rupiah masih akan menguat di Senin-Selasa, sampai Rabu mengingat sentimen pekan lalu yang cukup positif,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN