Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan menghitung uang di Bank Mandiri Cabang Bursa Efek Indonesia.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan menghitung uang di Bank Mandiri Cabang Bursa Efek Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Diperkirakan akan Mengalami Pelemahan Terbatas

Senin, 14 Desember 2020 | 10:14 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –Rupiah pada perdagangan Senin (14/12/2020) diperkirakan akan mengalami pelemahan terbatas. Rupiah yang akhir pekan lalu ditutup di 14.080 pagi ini dibuka melemah tipis di 14.100.

“Akhir pekan lalu indeks dolar menguat karena rilis data ekonomi AS sedikit mengalami perbaikan. Naik turun proses Brexit dan perundingan stimulus ekonomi AS membuat USD mengalami penguatan. Namun pelemahan rupiah akan cenderung terbatas,” kata Treasury Research Analyst Bank BNI, Puguh Andik Prasetyo, dalam perbincangannya dengan BeritaSatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Puguh menjelaskan, sepanjang perdagangan hari ini rupiah akan sedikit mengalami tekanan dan bergerak di kisaran Rp 14.100-14.150.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Pelemahan rupiah menurut Puguh salah satunya disebabkan penambahan harian kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di sekitar 6.000-an.

Adapun terkait libur panjang akhir tahun, Puguh menilai investor biasanya cenderung bermain aman. Tidak hanya di Indonesia, libur panjang juga terjadi di luar negeri. “Ini membuta investor akan cenderung bermain aman,” jelasnya.

Mengenai trade balance, Puguh mengatakan bahwa secara keseluruhan masih akan surplus, meski sedikit menurun. “Karena ekspektasinya ketika ekonomi November sudah mulai naik indeks manufaktur juga naik sehingga impor juga membaik baik bahan baku maupun barang modal sehingga trade balance kita sedikit mengalami penurunan tetapi masih surplus. Dan hingga akhir tahun masih jadi penopang GDB kita,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN