Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

Rupiah Diperkirakan Bergerak di 14.395-14.500

Selasa, 7 Juli 2020 | 10:11 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (7/7/2020), menguat 75 poin atau 0,52% menjadi Rp14.415 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.490 per dolar AS.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean mengatakan, melihat ekspektasi BI DRRR ke depan yang masih memiliki ruang untuk turun sedikit lagi 25 basis poin dan juga kondisi US Treasury 10 years Bonds di Amerika Serikat, rata-rata tahunan obligasi tenor 10 tahun di Indonesia di sekitar 7%-an yang sedikit lebih kuat dari angka sekarang 7,2 atau 7,25.     

“Melihat dari perkembangan ini, saya kira rupiah hari ini bisa trading di kisaran 14.395 sampai 14.500,” kata Adrian dalam percakapannya dengan BeritasatuTV, di Program IDXOpening Bell, Selasa (7/7/2020).

Terkait pertumbuhan ekonomi yang akan segera dirilis, Adrian mengatakan bahwa dirinya sudah merevisi pertumbuhan ekonomi kuartal II pekan lalu. Ia mendowngrade pertumbuhan ekonomi Indonesia dari awalnya minus 1% menjadi minus 5,1%.

Tetapi itu, jelas dia, lebih karena data-data yang keluar sepanjang dua bulan terakhir ini memang menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat lemah di kuartal II. Juga kalau dilihat dari data-data nontradisional, aktivitas ekonomi memang jatuh antara 40-70% dari kondisi normal.

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV
Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Panggabean. Sumber: BSTV

“Jadi ada kontraksi yang cukup dalam dan ini sudah memperhitungkan faktor bulan Juni. Pertengahn Juni aktivitas sudah bergerak naik karena ada pelonggaran PSBB namun hal itu tetap menyebabkan aktivitas ekonomi masih berada di bawah sekitar 40-50% di bawah normal. Ini memperlihatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kontraksi cukup dalam di kuartal II. Dan itu artinya full year di 2020 pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya mencapai 0,1%,” katanya.

Sementara gambaran kuartal III, Adrian melihat berdasarkan data lapangan misalnya restrukturisasi, masalah aktivitas ekonomi, hampir semua aktvtas ekonomi berjalan 40-60% saja.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN