Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran 14.350-14.500

Senin, 13 Juli 2020 | 10:00 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Terbawa sentimen pemulihan ekonomi di tengah pandemi, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, awal pekan (14/7/2020) pukul 09.30 WIB, menguat  65 poin atau 0,45% menjadi Rp14.370 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.435 per dolar AS. 

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI, dalam perbincangannya dengan BeritasatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (13/7/2020) mengatakan pergerakan rupiah pekan ini akan dipengaruhi rilis data ekspor-impor Juni Indonesia membaik atau tidak.

“Mungkin data impor akan jadi perhatian utama pelaku pasar. Mungkin rilis data impor bahan mentah yang kita lihat akan jadi indikasi bahwa sektor manufaktur kita sudah berjalan atau belum di new normal ini,” katanya.

Karyawan menghitung uang di Bank Mandiri Cabang Bursa Efek Indonesia.  Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan menghitung uang di Bank Mandiri Cabang Bursa Efek Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Puguh mengatakan rupiah yang pagi ini dibuka menguat karena kondisi corona yang kembali stabil setelah beberapa hari lalu melonjak cukup signifikan di 2.600-an atau 2 kali lipat dari hari-hari sebelumnya.

“Inilah juga yang membuat rupiah melemah pekan lalu setelah 4 hari beruntun menguat” jelasnya.

Puguh menilai rupiah hari ini akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang 14.350-14.500.

“Pasar akan cenderung wait and see sehingga rupiah cenderung bergerak sideways,” ujarnya.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

Pasar dalam negeri maupun global, lanjut Puguh, masih menunggu earning seasons kuartal II dimana perusahaan-perusahaan teruatama di Wall Street dan secara global akan merilis laporan keuangan bisnis di kuartal II.

“Dan inilah yang akan dinantikan oleh pelaku pasar hari ini,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN