Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dian Ayu Yustina, Head of Macro Research Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Dian Ayu Yustina, Head of Macro Research Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran 14.700-14.850

Jumat, 4 September 2020 | 09:40 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi (4/9/2020) menguat 68 poin atau 0,46% menjadi Rp14.710 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS.

Dian Ayu Yustina, Head of Macro Research Bank Mandiri, dalam perbincangannya dengan BeritaSatuTV dalam IDXOpening Bell, Jumat (4/9/2020), memperkirakan rupiah hari ini masih akan bergerak volatile dan berpotensi mengalami pelemahan.

Menurut dia, ada dua faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah. Pertama, dari global dolar saat ini sedang menguat terhadap mata uang dunia. Di Amerika sendiri pasar sahamnya mengalami felloff akibat aksi profit taking sehingga mempengaruhi appetite investor sehingga mereka beralih ke safe haven.

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini.   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

“Sedangkan dari domestik sendiri pasar masih dipengaruhi isu mengenai RUU revisi BI,” jelasnya.

Dian Ayu mengatakan, hari ini rupiah kemungkinan akan bergerak di kisaran 14.700 sampai 14.850.

Dian Ayu Yustina, Head of Macro Research Bank Mandiri. Sumber: BSTV
Dian Ayu Yustina, Head of Macro Research Bank Mandiri. Sumber: BSTV

Rupiah, lanjut dia, masih akan cenderung volatile. Terhadap dolar kemungkinan akan mengalami pelemahan karena dolar sedang menguat. Namun dibanding mata uang regional lainnya, rupiah bukan yang terlemah.

“Kita ada di tengah-tengah, jadi tidak terlalu terdampak. Jika dibandingkan dengan mata uang global lainnya, rupiah sudah mulai menguat sedikit. Terhadap mata uang regional rupiah juga sudah mulai ada penguatan, misalnya terhadap baht dan won. Posisinya kita masih agak baguslah,” katanya.

Lebih jauh Dian mengungkapkan bahwa investor dan pelaku pasar masih khawatir terhadap prospek ekonomi ke depan.

"Jika misalnya tahun depan prrspek ekonomi kita belum membaik tingkat pertumbuhan belum bisa mencapai level 4-5% seperti asumsi pemerintah dan konsensus ekonomi, tentu pendapatan negara akan turun sehingga defisitnya akan melebar. Namun jika skema burden sharing bisa dilakukan secara berhati-hati atau tetap prudent itu akan berdampak positif karena ini akan mengurangi tekanan suplai di pasar obligasi," jelasnya.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN