Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas menghitung uang pecahan Rp100.000  di Jakarta.  Foto: SP/Ruht Semiono

Petugas menghitung uang pecahan Rp100.000 di Jakarta. Foto: SP/Ruht Semiono

Rupiah Diperkirakan Ditutup di Bawah 14.550

Senin, 31 Agustus 2020 | 09:48 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (31/8/2020) menguat 102 poin atau 0,7% menjadi Rp14.530 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.632 per dolar AS.

Treasury Research Analyst Bank BNI, Puguh Andik Prasetyo, dalam perbincangannya dengan BeritaSatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (31/8/2020) mengatakan, rupiah pekan lalu sesuai prediksi. Menguat di awal pekan dan namun di tengah pekan, Rabu dan Kamis tertekan karena ada annual meeting di Jackson Hole. Rupiah kembali menguat di akhir pekan. 

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

“Nah pagi ini rupiah juga dibuka menguat signifikan, saat pembukaan tadi di kurs tengahnya rupiah di 14.505 karena USD mengalami pelemahan karena cenderung dovish-nya pernyataan Powell di Fed annual meeting dan stimulus yang belum ada kejelasan di Amerika Serikat membawa USD di level terendahnya selama 2 tahun terakhir,” papar Puguh.

Di sisi lain, lanjut dia, kasus Covid-19 di dalam negeri kemarin sudah menurun setelah di pekan lalu mengkhawatirkan dan mencatatkan rekor terburuknya di hari Sabtu (29/8/2020) tembus 3.308.

Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta, Kamis (30/4/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

“Penguatan rupiah dibanding pembukaan tadi kecenderungannya di hari ini akan mengalami tekanan karena kondisi Amerika Serikat dan China kembali memanas setelah China memutuskan tidak akan mengekspor artificial intelligent seperti halnya kebijakan AS soal TikTok,” ujarnya.

Namun, Puguh memperkirakan rupiah sore ini akan ditutup di bawah level 14.550.

Terkait rupiah di akhir tahun, Puguh memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berpotensi positif. Mungkin tidak akan jauh dari 0 persen, antara 0,2% selama setahun penuh.

“Mungkin level rupiah tidak akan banyak bvergerak, dari sisi resesi rupiah akan kembali ke level 14.200-an, namun di November nanti aka nada event besar di AS yaitu Piplres. Kalau terjadi gejolak bukan tidak mungin rupiah justru akan kembali tertekan. Prediksinya di akhir tahun nanti rupiah aka nada di 14.200-14.300,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN