Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini.   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Hari Ini akan Bergerak di Kisaran 14.800-14.950

Senin, 28 September 2020 | 09:48 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di kisaran 14.800-14.950 per dolar AS. Demikiran dikemukakan Treasury Research Analyst Bank BNI, Puguh Andik Prasetyo, dalam perbincangannya dengan BeritaSatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (28/9/2020) bergerak melemah 5 poin atau 0,03% menjadi Rp14.878 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.873 per dolar AS.

 Puguh Andik Prasetyo mengatakan, rilis data industrial profit dari Tiongkok di akhir pekan lalu yang naik 19,1% secara year on year bisa menjadi salah satu sentimen positif bagi pergerakan mata uang regional termasuk  rupiah.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

“Namun kita lihta juga Amerika, terutama Trump ingin kembali menyerang China. Bahkan di akhir pekan lalu dia juga sempet mengomentari akan memblokir tiktok. Jadi mungkin pergerakan rupiah akan bergerak sideways, tidak jauh dari pergerakan Jumat lalu,” katanya.

Puguh memperkirakan rupiah berpotensi bergerakn di 14.800-14/950. Level support sub-nya ada di level 14.835 dan level resistance di 14.900. Namun kalau dilihat kecenderungannya rupiah akan melemah karena ada sentimen PSBB diperpanjang, ancaman Trump kepada Tiongkok, rupiah cenderung ditutup datar.

Puguh menilai sentimennya cenderung berimbang. “Hari ini perdagangan rupiah akan lebih dipengaruhi oleh supplu dan demand di pasar. Apakah investor asing akan masuk ke dalam pasar modal kita baik dari obligasi maupun dari pasar saham. Kebutuhan dolar di dalam negeri ini cukup tunggi, kemungkinan besar perusahaan-perusahaan terutama importer akan membutuhkan dolar untuk memenuhi kebutuhannya,” katanya.

Dia menilai sentimen pekan ini berimbang di satu sisi rilis data industrial profit dari Tiongkok tadi memberikan sentimen positif secara regional, namun kasus Covid-19 di dunia masih menjadi sentimen negatif, mengingat penambahan kasus positif dalam tiga hari lalu mencapai 1 juta-an.

“Jadi dengan sentimen berimbang tersebut rupiah saya perkirakan bisa menguat hingga Rabu meskipun terbatas,” katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN