Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan bank menghitung uang di sebuah bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan bank menghitung uang di sebuah bank di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Rupiah Tembus Level 13.000

Investor Daily, (elgor)  Jumat, 5 Juni 2020 | 13:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Jumat siang (5/6/2020) menguat menembus level psikologis 13.000.

Rupiah pukul 12.25 WIB di pasar spot exchange menguat 210,0 poin atau 1,4% dari penutupan sebelumnya di Rp 13.885 per dolar AS.

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 13.885-Rp 14.089 per dolar AS.

Rupiah siang ini menguat dibanding pagi tadi pukul 0.43 yang naik 30 poin atau 0,22% di posisi Rp14.065 per dolar AS.

Penguatan rupiah diperkirakan hingga akhir perdagangan sore nanti, seiring pasar yang masih merespons positif pembukaan kembali ekonomi di sejumlah negara.
 
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra seperti dilansir Antara mengatakan malam ini, pasar akan menantikan data ketenagakerjaan non-pertanian AS (US Non Farm Payrolls).

Kendati demikian, kata dia, aset berisiko masih berpotensi menguat hari ini karena pasar masih merespons positif pembukaan ekonomi sejumlah negara di tengah mulai melandainya pandemi Covid -19.

"Ditambah dengan rencana stimulus baru dari beberapa negara seperti AS, Jepang dan Zona Euro yang akan membantu pemulihan ekonomi ke depan," ujar Ariston.

Saat ini AS masih dalam diskusi untuk menggelontorkan stimulus fiskal baru. Sedangkan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menyediakan dana lebih dari 1 miliar Euro untuk program pembelian obligasi.

Sementara itu bank sentral Jepang berencana melipatgandakan bantuan ke sektor UKM.

Menurut Ariston, rupiah masih berpotensi menguat hari ini dengan sentimen positif di atas. "Rencana pelaksanaan new normal juga menjadi faktor positif untuk penguatan rupiah karena ekonomi akan aktif kembali," katanya. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN