Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kaspar Situmorang

Kaspar Situmorang

RUPST BRI Agro Tunjuk Kaspar Situmorang Sebagai Dirut

Jumat, 9 April 2021 | 21:26 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) memutuskan untuk merombak susunan direksi dan komisaris perseroan. Adapun dalam rapat yang dihadiri oleh pemegang saham mewakili 92,58% dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan tersebut sepakat menunjuk Kaspar Situmorang sebagai direktur utama (dirut) menggantikan Ebeneser Girsang.

Selain menunjuk Kaspar, RUPST BRI Agro mengangkat Bhimo Wikan Hantoro sebagai direktur digital bisnis. Adapun Kaspar Situmorang sebelumnya menjabat executive vice president digital banking PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Melihat background jabatan sebelumnya, BRI Agro nampaknya tengah dimatangkan untuk menjadi bank digital.

Nama-nama baru juga terlihat dalam susunan komisaris. Mereka antara lain, Eko B Supriyanto, Rina Saadah, dan Rama Notowidigdo, serta Achmad FC Barir. Hanya tersisa Budi Satria saja yang menjabat sebagai komisaris utama dari jajaran komisaris periode sebelumnya.

Adapun susunan jajaran direksi Bank Agro pasca-RUPST sebagai berikut, Direktur Utama Kaspar Situmorang, Direktur Keuangan dan Operasional Arif Wicaksono, Direktur Digital Bisnis Bhimo Wikan Hantoro, Direktur Retail Agri dan Pendanaan Sigit Murtiyoso, dan Direktur Enterprise Risk Management, Compliance and Human Resource Ernawan.

Sedangkan untuk jajaran komisaris, Komisaris Utama Budi Satria, Komisaris Independen Eko B Supriyanto, Rina Saadah, dan Rama Notowidigdo, serta Achmad FC Barir sebagai Komisaris. "Nama-nama baru tersebut efektif setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," terang Sekretaris Perusahaan BRI Agro Hirawan Nur Kustono dalam keterangan tertulisnya yang diterima Investor Daily, Jumat (9/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, direksi juga menjelaskan kinerja perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang masih menunjukkan adanya pertumbuhan. Hal tersebut dapat terlihat dari peningkatan total aset per 31 Desember 2020 perseroan mencatat pertumbuhan total aset sebesar 3,50% (yoy) dari Rp 27,7 triliun pada 2019 menjadi Rp 28,02 triliun pada 2020 (audited).

"Penyaluran kredit tetap tumbuh 0,65% (yoy) dari Rp 19,37 triliun pada 2019 menjadi Rp 19,49 triliun pada 2020. Kondisi global dan domestik yang terdampak oleh Pandemi Covid-19 adalah salah satu penyebab rendahnya pertumbuhan kredit perseroan. Meski demikian, perseroan masih berkomitmen untuk memenuhi target kinerja yang ditetapkan," jelas Hirawan.

 

Kontribusi Sektor Agribisnis

Kontribusi sektor agribisnis yang menjadi fokus perseroan adalah salah satu penopang pertumbuhan penyaluran kredit perseroan. Porsi penyaluran kredit kepada sektor agribisnis sebesar 56% dengan penyaluran terbesar pada komoditas kelapa sawit.

"Selain melakukan pengembangan bisnis existing, BRI Agro juga tengah melakukan kolaborasi dengan berbagai start up dari berbagai jenis bidang bisnis, salah satunya dari bidang financial technology (fintech) dalam upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat melalui digital platform," ujar dia.

Dari sisi liabilitas, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 8,75% (yoy) dari Rp 21,14 triliun pada 2019 menjadi Rp 22,99 triliun pada 2020, pertumbuhannya cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan BUKU II sebesar 4,47% (yoy) pada Desember 2020.

Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan giro dan tabungan sehingga terjadi perbaikan CASA menjadi 23,85% dari sebelumnya 14,31% pada 2019. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam menurunkan cost of fund (COF) yang mencapai 5,97% pada 2020 dari sebelumnya 7,02% pada 2019.

Dari sisi profitabilitas dan kondisi ekonomi yang berdampak karena pandemi Covid-19 perseroan masih mampu mencetak perolehan laba bersih Rp 31,26 miliar pada 2020. Perolehan laba bersih tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan kondisi perbankan nasional yang mengalami koreksi penurunan laba bersih pada Desember 2020 yang diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19.

Dari sisi likuiditas, rasio likuiditas (LDR) BRI Agro masih dapat terjaga pada level aman sebesar 84,76% sesuai parameter yang ditetapkan oleh regulator. Selain itu, tingkat likuiditas di luar rasio LDR yaitu RIM masih tetap terjaga pada level 86,02%. Dari sisi ekuitas, BRI Agro tetap memiliki ekuitas yang solid dengan CAR sebesar 24,33% pada 2020. Angka tersebut masih jauh di atas ketentuan minimum yang ditetapkan oleh regulator.

Pada 2020 perseroan mencatat rasio non performing loan (NPL) gross 4,97% yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya NPL gross sebesar 7,66% pada 2019. Sementara itu NPL net pada 2020 sebesar 2,73% dibandingkan dengan NPL net 2019 sebesar 4,86%.

"Di saat Pandemi Covid-19 dimana perbankan mengalami kenaikan NPL, perseroan berhasil menurunkan NPL. Strategi yang ditempuh adalah dengan melakukan restrukturisasi dan membentuk pencadangan yang cukup solid dengan rasio NPL coverage mendekati 103,96% pada 2020 dari tahun 2019 di level 56,24%," ungkap Hirawan.

Selain menjelaskan mengenai kinerja perseroan, dalam kesempatan itu, direksi memberikan penjelasan mengenai prospek dan fokus perusahaan untuk tahun 2021 adalah melakukan rencana transformasi bisnis BRI Agro, dengan melakukan pengembangan bisnis menjadi digital attacker bank yang akan dikembangkan untuk memperluas basis bisnis perusahaan dan telah merencanakan bisnis model barunya.

Pada 2021, bisnis digital bank ini akan mulai dikembangkan dengan pengembangan infrastruktur, serta produk yang sesuai dengan layanan serta melakukan pengembangan produk simpanan yang dapat meningkatkan transaksi seperti QR payment, debit card, dan digital saving.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN