Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Akulaku

Akulaku

Saat Nasabah Akulaku Jalani Restrukturisasi

Jumat, 7 Agustus 2020 | 22:40 WIB
Fajar Widhiyanto

Sejumlah debitur pembiayaan akhirnya harus menjalani restrukturisasi agar kelangsungan usaha mereka tetap terjaga, plus kemampuan bayar mereka pada kreditur. Restrukturisasi salah satunya dilakukan perusahaan pembiayaan Akulaku yang dibesut oleh PT Akulaku Finance Indonesia. Hingga Juli 2020 Akulaku diketahui telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp 47,3 miliar.

Disampaikan Presdir PT Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga beberapa waktu lalu, relaksasi kredit diberikan untuk membantu meringankan beban para nasabah yang terdampak wabah Covid-19. Menurutnya secara keseluruhan nasabah yang mengajukan keringanan mencapai 36.478 nasabah. Namun, tidak semua pengajuan yang disetujui karena adanya ketidaksesuaian kriteria maupun kelengkapan dokumen.

“Perusahaan menjalankan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan restrukturisasi maupun relaksasi. Pelaksanaan kebijakan ini sekaligus juga merupakan proses pengkinian data konsumen seperti yang diamanatkan di dalam Peraturan OJK. Semoga kebijakan ini bisa membantu meringankan para debitur yang terdampak dari pandemi COVID-19. Kami juga ingin menginformasikan bahwa keadaan perusahaan tetap terjaga dan debitur yang memenuhi syarat bisa mendapatkan keringanan,” kata Efrinal dalam pernyataannya yang diterima redaksi baru-baru ini.

Skema restrukturisasi kredit akibat pandemi, telah diterima oleh nasabah Akulaku, salah satunya adalah Ani Nurwanti. Ani adalah seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pedagang kantin di sebuah Madrasah Aliyah Negeri di Subang. Di sekolah tersebut ia berjualan perlengkapan alat tulis dan makanan ringan untuk siswa sekolah.

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, untuk pengembangan usaha Ani mencari modal usaha melalui platform kredit digital Akulaku Finance Indonesia. Hanya saja, geliat usahanya kemudian terhenti ketika sekolah diliburkan karena kasus positif Covid-19 terus melonjak di Indonesia,.

Uang yang telah dipinjam untuk modal berjualan di kantin sekolah akhirnya terpaksa digunakan Ani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini tentunya disebabkan oleh kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjualan.

"Selama pandemi Covid-19 ini, saya merasa masih mendapat kemudahan. Karena cicilan barang saya ke Akulaku direstrukturisasi. Kewajiban atau cicilan saya di-skip selama sebulan. Jadi baru bayar lagi di bulan depan," kata Ani(7/8).

Diakuinya, dalam mendapatkan restrukturisasi kredit tersebut, ia harus mengurus persyaratan sesuai dengan yang tertera di aplikasi perusahaan itu. Akan tetapi, kata Ani, pengajuan tersebut tidaklah sulit.

Dalam hal penyelesaian kewajiban, menurut dia, perusahaan tersebut, tidak mengedepankan cara yang arogan. Menurut dia, perusahaan lebih memahami kebutuhan dan kondisi para pedagang saat pandemi saat ini.

"Mereka nggak terlalu menekan  saat meminta cicilannya, nggak nelponin berkali-kali. Apalagi sekarang keadaan lagi sulit, cicilan per bulan bisa dibayar secara bertahap. Cicilan per bulan, tapi pembayaran cicilannya juga bisa dicicil, jadi kalau ada uang masukin buat bayar cicilan. Kebantu banget buat pedagang yang pemasukannya tiap hari," katanya.

Hal senada disampaikan Bangun Elbayan, seorang mitra ojek online yang juga memanfaatkan platform kredit digital Akulaku Finance.

Mengetahui aplikasi tersebut lewat laman Facebook, timbul niat Elbayan untuk mencoba mengajukan pinjaman melalui platform kredit digital tersebut. Elbayan mengaku berani mencoba lantaran syarat yang tidak rumit. "Persyaratan lumayan mudah. Saya kalau minjem ya sesuaikan dengan kemampuan membayar. Jadi nggak ada masalah," katanya.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN