Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Modalku membidik sektor UMKM yang menggunakan platform online untuk memperoleh pembiayaan.

Modalku membidik sektor UMKM yang menggunakan platform online untuk memperoleh pembiayaan.

Salurkan Pembiayaan 16 T, Modalku Dukung Pengembangan Pengusaha Online

Rabu, 29 Juli 2020 | 13:41 WIB
Windarto

Jakarta-Pandemi yang tengah melanda Indonesia tidak serta merta menghentikan bisnis pembiayaan atau pinjaman online. Hal ini dibuktikan perusahaan financial technology (fintech) Modalku yang hingga Juli sudah menggelontorkan dana pinjaman sebesar Rp 16 triliun. Menurut Co Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan, sampai Desember 2019 tercatat dana yang sudah disalurkan Modalku mencapai Rp 11 triliun, dan per Juni sudah Rp 15 triliun, diperkirakan Juli sudah tembus Rp 16 triliun. Jadi selama Januari-Juni 2020 ada penambahan sebesar Rp 4 triliun. Dengan total transaksi mencapai 2,5 juta.

Disampaikannya, Modalku merespons pandemi Covid-19 dengan menerapkan strategi selektif dan tidak agresif dalam menyalurkan kredit. “Kami menerapkan selektif dalam tiga hal, yakni selektif dalam memilih industri yang dibiayai, selektif dalam menilai kondisi borrower (debitur), dan selektif terhadap tenor pinjaman dan borrower,” ujar Iwan dalam prescon virtual di Jakarta (29/7).

Penambahan kredit sebanyak Rp 4 triliun tersebut, lanjutnya sebagai bukti Modalku sudah sukses mengidentifikasi UMKM sebelum dan sesudah pandemi.

Ada tiga segmen yang menjadi fokus Modalku saat ini yakni supply chain financing, invoice financing, dan modal karyawan. Di tengah kondisi pandemi, banyak pengusaha UMKM yang menyediakan fasilitas kesehatan (faskes) menjadi target market Modalku dan mendapat dukungan pembiayaan.

Iwan pun menyebut dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 2,3% masih ada area-area untuk tumbuh secara stabil. Usaha-usaha yang mampu beradaptasi dengan pandemi yang akan mampu bertahan dan bisa sukes ke depannya. Ia mencontohkan ada tren pengusaha UMKM mengembangkan bisnisnya menjadi online. Selain masih memiliki usaha offline, tapi cenderung menyiapkan pula dukungan secara online.

Tren peningkatan usaha melalui online terlihat dari data survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (2019) dan Kemenko Perekonomian (2020) yang menyebutkan, per tahun 2019, sebanyak 15,08% dari jumlah pengusaha di Indonesia merupakan pengusaha online, dan selama pandemi terdapat peningkatan jumlah hingga lebih dari 300 ribu pengusaha online.

Sejalan dengan misi Modalku untuk mendukung UMKM lokal dan menjawab kebutuhan pengusaha, Modalku berkolaborasi dengan platform e-commerce agar bisa menjangkau lebih luas para pengusaha UMKM dan melalui proses yang mudah. Saat ini ada empat platform yang sudah bekerja sama dengan Modalku yakni Shopee, Bukalapak, Tokopedia,yang mewakili platform  business to customer, dan customer to customer, dan Zilingo mewakili business to business.

Modalku secara khusus membuat survei untuk memetakan pengusaha online ini selama masa pandemi, dengan hasil sebagai berikut, platform digital yang digunakan oleh pengusaha online dalam menjalankan usahanya didominasi oleh platform e-commerce seperti Shopee (77,5%) dan Tokopedia (70,5%), serta aplikasi pesan seperti Whatsapp dan Line (62%). Permasalahan usaha yang ingin diselesaikan dengan mendapatkan pinjaman modal adalah untuk meningkatkan stok barang (63,5%), mencoba peluang usaha baru (57,5%), dan melakukan pemasaran online (49,5%). Sekitar 70% dari responden sudah merasa nyaman untuk mengajukan pinjaman secara online.

Digital Marketing Director Modalku Alexander Christian mengatakan, jumlah pengusaha online di Indonesia menunjukkan peningkatan yang pesat terutama di masa pandemi ini. Salah satu hal menarik dari hasil survei ini adalah beragamnya platform yang digunakan oleh pengusaha online dalam berjualan. Seringkali segmen ini terkendala mendapatkan akses pendanaan karena tidak memiliki agunan, padahal mereka adalah bagian dari sektor yang menggerakkan ekonomi digital di Indonesia.

Untuk itulah, Modalku memberikan dukungan terhadap pengembangan pengusaha online ini sebagai salah satu fokus yang akan dijalankan ke depan.

Ditambahkan AVP Partnership Success Lead, Marsya Juwita Aderizal, saat ini, sudah ada jutaan transaksi pinjaman merchant online yang sudah didukung oleh Modalku melalui fasilitas pinjaman di platform e-commerce. Kolaborasi ini juga telah berhasil menjangkau UMKM di beberapa kota di Indonesia, baik di dalam maupun luar Jawa, seperti Medan, Batam, ataupun Makassar.

Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies.

Editor : Maswin (maswin@investor.co.id )

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN