Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Perbankan Nasional. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Sampai 2020, Penyaluran Kredit Perbankan Rp 5.482,5 Triliun

Minggu, 24 Januari 2021 | 09:56 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit industri perbankan hingga akhir Desember 2020 mencapai Rp 5.482,5 triliun, masih mengalami kontraksi -2,7% secara tahunan (year on year/yoy). Kontraksi tersebut karena penurunan kredit kepada debitur korporasi yang belum banyak melakukan investasi.

Berdasarkan data Analisis Uang Beredar periode Desember 2020 yang dipublikasi BI pada Jumat (22/1), pertumbuhan yang negatif pada penyaluran kredit perbankan lebih dalam dibandingkan dengan bulan November yang mengalami kontraksi -1,7% (yoy).

“Penurunan kinerja perbankan disebabkan penurunan kredit kepada debitur korporasi yang tercatat turun lebih dalam dari -3,4% (yoy) pada November 2020 menjadi -5,1% (yoy) per Desember,” jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Jumat (22/1).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI

Sementara itu, pertumbuhan penyaluran kredit pada debitur perorangan melambat dari 0,7% (yoy) per November menjadi 0,5% (yoy) pada akhir Desember 2020. Berdasarkan jenis penggunaannya penurunan kredit dipengaruhi oleh kredit investasi, kredit konsumsi, serta kredit modal kerja (KMK) yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.

Kredit investasi terkontraksi -1% (yoy) pada Desember, berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang masih tumbuh 0,2% (yoy). Penurunan kredit terutama pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan serta sektor konstruksi.

Kredit investasi sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan mengalami kontraksi lebih dalam, dari -0,5% (yoy) menjadi -1,9% (yoy) per Desember 2020, terutama disalurkan untuk subsektor perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah.

Sementara itu, kredit investasi sektor konstruksi pada Desember tumbuh 13,3% (yoy), melambat dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya pada bangunan jalan tol di DKI Jakarta dan Lampung.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Bank CTBC Indonesia Liliana Tanadi mengakui, memang terjadi penurunan pada sektor-sektor yang berada dalam analisis tersebut, terutama akibat dampak pandemi Covid-19. Meski mengalami penurunan, sektor tersebut bukan menjadi prioritas perseroan.

Iya menurun juga, misalnya sektor konstruksi, ada penyaluran ke sektor itu tapi kecil di bawah 5%,” tutur Liliana kepada Investor Daily, Jumat (22/1).

Dia mengungkapkan, walaupun terdapat penurunan di sektor konstruksi, secara keseluruhan kredit CTBC masih tumbuh positif meski single digit. “Tahun 2020 pertumbuhan kredit 2% dan DPK (dana pihak ketiga) 15%,” ujar Liliana. Dia menyebut, pertumbuhan kredit sepanjang tahun lalu masih disumbang oleh industri pengolahan.

“Kontribusi pertumbuhan kredit dari sektor pengolahan, seperti consumer goods, food and beverage, serta packaging,” tutur Liliana.

Hal tersebut berbeda dari data BI, di mana kredit modal kerja (KMK) masih melanjutkan pertumbuhan negatifnya dari -3,8% (yoy) pada November menjadi -4,9% (yoy) per Desember terutama di sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.

Bank Sentral menilai KMK sektor industri pengolahan pada Desember tumbuh negatif 8,4% (yoy) lebih dalam dari bulan sebelumnya. Penurunan tersebut terutama terjadi pada industri pupuk di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Untuk KMK sektor keuangan, real estate, dan jasa perusahaan juga tumbuh negatif sebesar -9,3% (yoy), lebih dalam dari pertumbuhan bulan sebelumnya, terutama bersumber dari menurunnya realisasi kredit KMK sub sektor perantara keuangan lainnya seperti leasing di Banten dan Sulawesi Utara.

Untuk kredit properti per Desember, BI mencatat sedikit melambat dari 3,7% (yoy) menjadi 3,6% (yoy), terutama kredit pemilikan rumah (KPR)/KPA serta kredit real estate. KPR/KPA melambat dari 3,6% (yoy) menjadi 3,4% (yoy) disumbang dari perlambatan KPR tipe 22 sampai 70 di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Hal serupa juga dialami PT Bank CIMB Niaga Tbk, pada kuartal IV-2020 pertumbuhan KPR disebut tidak jauh berbeda dengan kuartal sebelumnya, sebab pada akhir tahun banyak hari libur dan cuti bersama, sehingga aktivitas penjualan juga terpotong.

“Kuartal IV ada short month sehingga mungkin hanya beda sedikit dari kuartal III. Kami harap jika Covid-19 sudah semakin terkendali, kami rasa kuartal I akan semakin dekat ke pre-Covid,” tutur Direktur Consumer Banking Bank CIMB Niaga Lani Darmawan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN