Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang

Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang

Sampai Agustus 2020, BRI Agro Salurkan Total Pembiayaan Agribisnis Rp 10,8 Triliun

Senin, 21 September 2020 | 13:32 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Direktur Utama Bank BRI Agro Ebeneser Girsang mengatakan, sampai dengan Agustus 2020, total pembiayaan kepada sektor agribisnis mencapai Rp 10,8 triliun, atau 56% dari total kredit BRI Agro.

“Komoditas agribisnis yang disasar perseroan antara lain kelapa sawit, kehutanan dan kayu, gula, peternakan, karet, tekstil dan sandang, padi, kopi, hortikultura, buah-buahan, kelapa dan kopra, rempah dan minyak atsiri, serta kedelai. Jika dirinci, pembiayaan untuk produksi sekitar Rp 9,1 triliun atau 84,05% dari total kredit agribisnisnya,” katanya dalam acara Literasi Keuangan: Transformasi Digital di Sektor Agribisnis, yang diselenggarakan dalam rangka HUT PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (Bank BRI Agro) ke-31 tahun, bekerja sama dengan Majalah Investor dan media lain dalam BeritaSatu Media Holdings (BSMH).

Hadir juga sebagai pembicara Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi, CEO/Co-Founder Fabelio Marshall Tegar Utoyo, dan Wakil Ketua Komite Tetap Kehutanan Kadin Indonesia Imron Zuhri.

Sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu.

Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.
Acara literasi keuangan diselenggarakan dalam rangka HUT BRI AGRO ke 31 thn, bekerjasama dgn Majalah Investor.

Kemudian, pembiayaan untuk industri dan distribusi sebesar Rp 560 miliar dan pembiayaan untuk mendukung pemasarannya senilai Rp 1,2 triliun.

“Saat ini, BRI Agro juga melayani sejumlah plasma kelapa sawit yang memiliki kebun antara 1-2 hektare yang menginduk kepada inti, yang jumlahnya ratusan di suatu area. Plasma tersebut menjual kelapa sawitnya kepada inti untuk mendapatkan penghasilan, sedangkan dalam sehari-harinya plasma membeli sarana ke toko.  Ini yang kita manfaatkan, transaksi dari toko ke produksi atau ke plasma dan inti sehingga terkumpul database yang terbangun yang nantinya menjadi big data, sehingga akan ketahuan kebutuhan plasma apa, bisa kami layani,” ucap dia.

Kontribusi agribisnis secara luas terhadap PDB
Kontribusi agribisnis secara luas terhadap PDB

Terkait transformasi digital, lanjut Ebeneser, perseroan juga sudah memiliki platform kredit online Pinjam Tenang (Pinang), yang merupakan digital loan perbankan pertama di Indonesia. Tapi, ini masih terbatas untuk nasabah payroll BRI Agro yang dapat meminjam kredit melalui Pinang.

“Pinang kami harap jadi cikal bakal digital loan sektor lain, tidak hanya konsumer seperti saat ini. Dengan digital loan Pinang, yang mengajukan pinjaman tidak perlu bawa berkas apa pun, tidak perlu ke kantor bank. Menerima uang juga tidak perlu ke teller, semua hanya melalui smartphone,” kata Ebeneser.

Kolaborasi antara bank dan fintech
Kolaborasi antara bank dan fintech

Pengguna akan memasukkan jumlah pinjaman yang dibutuhkan dan tenor pinjamannya, kemudian BRI Agro akan menggunakan data yang tersedia seperti data Dukcapil dan SLIK OJK untuk melakukan risk scoring. Setelah itu, Pinang akan mengalkulasi jumlah pinjaman yang bisa diberikan dengan proses maksimal 15 menit dan pinjaman ditransfer ke rekening nasabah yang didaftarkan.

“Ini akan merambah ke sektor-sektor lain, kami kembangkan sektor-sektor yang menurut kami perlu didekati dengan digital, kami terus kaji dan nanti kami pilih. BRI Agro tidak berhenti di digital loan saja, tapi juga akan ke saving dan layanan perbankan lainnya,” papar dia.

Ebeneser menuturkan, pengembangan digital yang sedang dilakukan perseroan antara lain electronic banking, yang diluncurkan pada hari jadi BRI Agro ke-31 pada 27 September mendatang. E-banking ini akan meningkatkan nilai tambah bagi pemegang rekening tabungan atau giro BRI Agro.

Pertumbuhan agribisnis secara luas
Pertumbuhan agribisnis secara luas

Selain itu, ada pengembangan QR payment yang akan mempermudah nasabah bertransaksi secara cashless. Fasilitas QR payment ini diperuntukkan bagi pemilik rekening tabungan BRI Agro.

“Ada pula pengembangan digital saving, dengan proses e-KYC (know your customer) menggunakan face recognition, tanda tangan nasabah menggunakan digital signature. Pembukaan rekening dapat dilakukan tanpa perlu ke kantor BRI Agro, sehingga bisa langsung buka akun secara online,” imbuhnya.

Perseroan juga telah bekerja sama dengan klaster peternak ikan yang memiliki ekosistem. Ini mulai dari pemasok pakan ikan hingga pembeli ikan.

“Kami masuk, memfasilitasi mereka untuk electronic banking semua, bisa transaksi e-banking, jadi tidak perlu bertemu fisik. Transaksi ini juga akan terekam dan jadi big data. Ini digunakan bank jadi database saat merancang digital loan untuk komunitas tersebut,” ujarnya.

Relevansi pertanian di berbagai negara
Relevansi pertanian di berbagai negara

Hingga Agustus 2020, kredit yang sudah disalurkan melalui Pinang lebih dari Rp 65,87 miliar kepada 8.552 debitur, dengan rata-rata pinjaman Rp 2,3 juta. Ini memang terbilang kecil, karena di tengah pandemi permintaan lemah dan bank juga sangat selektif untuk mencegah risiko.

“Ini kecil karena kami sebagai bank relatif prudent, belum terlalu besar jadinya. Tapi, kami sudah punya dan berproses, ada penyempurnaan sana-sini dan terus dilakukan penyempurnaan,” imbuh dia. (en)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN