Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Ilustrasi asuransi kesehatan (askes)

Sampai Juni, Perusahaan Asuransi Bayar Klaim Covid-19 Rp 3,74 Triliun

Jumat, 10 September 2021 | 05:29 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Industri asuransi telah membayarkan akumulasi klaim terkait Covid-19 mencapai Rp 3,74 triliun sampai dengan Juni 2021. Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong perusahaan asuransi melakukan transformasi guna meningkatkan kualitas kebijakan bisnis dan proses usaha.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menyampaikan, klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa kepada masyarakat terus meningkat. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata klaim yang dibayarkan per tahunnya telah mencapai sekitar Rp 148,52 triliun.

"Bahkan di masa pandemi ini, industri asuransi jiwa tetap mampu mencatatkan kinerja positif dalam pembayaran klaim Covid-19. Sampai dengan Juni tahun  ini,industri asuransi jiwa telah membayarkan sekitar Rp 3,74 triliun untuk jenis klaim ini," ucap Budi pada acara virtual Media Gathering Peluncuran Transformasi Brand AAJI, Kamis (9/9).

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon  saat paparan kinerja industri asuransi jiwa kuartal I-2021 secara virtual, Selasa (8/6).  Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon   Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Nilai itu tumbuh lebih dari dua kali lipat berdasarkan data per Maret 2020 sampai dengan Februari 2021. Dalam rentang waktu itu, asuransi telah membayarkan klaim senilai Rp 1,46 triliun. Klaim terkait Covid-19 tumbuh 156,16% menjadi Rp 3,74 triliun per Juni 2021.

Menurut Budi, besaran nilai tersebut menggambarkan biaya perawatan pasien Covid-19 di luar rumah sakit rujukan wajib pemerintah yang berhasil ditutup oleh asuransi. Tentunya bagi masyarakat, pembayaran klaim dan santunan kesehatan tersebut sangat melindungi dirinya dari risiko gangguan pendapatan yang dialami saat menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

"Saat perekonomian belum pulih sepenuhnya, tentunya partisipasi sektor swasta dibutuhkan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi yang dijalankan pemerintah. Kinerja moncer di soal pembayaran klaim kesehatan akibat Covid-19 tersebut tentu dapat meringankan beban pemerintah saat pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia," beber dia.

Capaian positif lain juga ditunjukkan industri dengan besarnya total uang pertanggungan (UP) yang sedang dikelola. AAJI mencatat dalam tiga tahun sejak 2018 hingga 2020 lalu, UP telah mencapai nilai sekitar Rp. 4.326,22 triliun. Dana UP tersebut tentunya sangat berguna dalam menjaga kualitas hidup para keluarga dan ahli  waris, saat kematian, kecelakaan atau risiko lain terjadi.

Di periode yang sama, industri asuransi jiwa juga telah berupaya mendukung stabilitas perekonomian Indonesia dengan upaya investasi dana kelola anggotanya ke berbagai instrumen.

Penempatan investasi industri di obligasi, SBN, dan Sukuk, secara rata-rata telah mencapai sekitar Rp 112 triliun. Industri asuransi jiwa turut membantu menjaga stabilitas pasar modal dengan penempatan investasi di pasar modal rata-rata selama tiga tahun sebesar Rp 319 triliun.

“Inisiasi ini kami maknai sebagai langkah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mentransformasi industri asuransi jiwa Indonesia. AAJI berkeinginan untuk selalu berusaha melampaui berbagai aspirasi masyarakat. Di masa depan, industri  asuransi jiwa akan tetap terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan berkontribusi lebih tinggi lagi ke perekonomian,” tambah Budi.

Dia menyatakan, industri asuransi jiwa jangan berpuas diri meski sudah melindungi sekitar 60 juta tertanggung dari berbagai kalangan. Sebaliknya, saat ini adalah momentum emas bagi industri untuk menciptakan produk asuransi yang menjawab berbagai kebutuhan dan melindungi lebih banyak masyarakat Indonesia.

Transformasi Asuransi

Ketua Umum AAJI Budi Tampubolon: Agen yang profesional, kompeten, dan berhasil, memiliki tingkat penghasilan yang tidak terbatas
Ketua Umum AAJI Budi Tampubolon:

Budi mengakui bahwa proses transformasi yang sedang berjalan tidaklah mudah. Transformasi membutuhkan dukungan penuh semua pemangku kepentingan dalam proses mencapai tujuan berskala besar ini. Sejalan dengan transformasi yang diinisiasi AAJI tersebut, dirancang pula peta jalan yang menjadi panduan transformasi bagi seluruh anggota AAJI. Peta jalan  tersebut berisikan tiga pilar perubahan.

Pada pilar pertamanya, AAJI akan mendorong industrinya melakukan pengembangan produk dan layanan asuransi jiwa berkelas dunia dengan mengedepankan customer centricity, customer protection, dan digital experience. Pilar kedua, asosiasi akan meningkatkan operational excellence industri asuransi jiwa lewat penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Terakhir, industri akan didorong terus untuk menjalankan penguatan permodalan dan portofolio investasi dalam pilar ketiga.

Departemen Marketing AAJI Jos Chandra Irawan mengungkapkan, momentum positif saat ini akan dimanfaatkan maksimal oleh AAJI dengan meluncurkan berbagai inovasi di industrinya.

“Transformasi yang diinisiasi bersama ini memunculkan berbagai potensi inovasi di industri.  Salah satunya di soal penggunaan teknologi. IT dalam pemasaran produk asuransi jiwa yangselama ini sudah didukung regulator akan makin kami genjot. Di masa depan, industri asuransi jiwa akan memberikan lebih banyak lagi kemudahan kepada masyarakat,” jelas Jos.

Kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan akan lebih diintensifkan di masa depan. Cakupannya meliputi proses knowledge sharing dalam digitalisasi bisnis asuransi. Kolaborasi digital di dunia asuransi dijadikan AAJI sebagai instrumen baru dalam melayani nasabah.

Dampak positifnya, industri asuransi jiwa akan memiliki ekosistem layanan yang saling terkoneksi dan terintegrasi. Akibatnya, proses pendaftaran, pembayaran, pengurusan klaim dan platform interaksi nasabah akan menjadi lebih cepat dan akurat. Berbagai platform daring dan luring yang memperhatikan aspek keamanan informasi jadi contoh ekosistem tersebut. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN