Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)

Sampaikan Kajian, AAUI Minta Kemudahan Penerbitan E-policy ke OJK

Minggu, 6 September 2020 | 20:18 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) sebagai wadah industri asuransi umum berharap mendapat kemudahan untuk menerbitkan polis elektronik (e-policy). Karena regulasi dinilai menghambat, asosiasi menyampaikan kajiannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menyampaikan, e-policy sejatinya sudah diterapkan industri khususnya pada lini bisnis asuransi kecelakaan diri atau asuransi perjalanan menggunakan pesawat. Tetapi regulasi mengatur penerbitan e-policy tersebut juga mesti memiliki polis fisik, termasuk tanda tangan basah.

"Itu menjadi tidak efisien lagi, jadi sudah ada polis elektronik tapi regulasi menghendaki ada cadangan polis secara fisiknya. Dengan demikian, AAUI membuat kajian. OJK sendiri belum menyampaikan respon, tapi sepertinya respon akan baik," ujar Dody saat paparan kinerja asuransi umum secara virtual, akhir pekan ini.

Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Foto: IST
Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe. Foto: IST

Dia menyatakan, kajian yang dilakukan AAUI yakni dengan membandingkan regulasi yang ada dengan praktek dilapangan. Alhasil, kajian memberi gambaran bahwa e-policy sejatinya bisa mendukung berbagai upaya bisnis industri dan memberi implikasi kecepatan penerbitan polis untuk para nasabah.

Sementara itu, Dody menyatakan, industri asuransi umum sudah seharusnya mulai masuk dan memanfaatkan teknologi informasi, termasuk e-policy. Dalam hal ini, industri asuransi umum memang sedikit tertinggal bila dibandingkan dengan beberapa industri jasa keuangan lainnya.

Dia menerangkan, permasalahan utamanya adalah kemauan perusahaan asuransi umum untuk berinvestasi. Padahal hal tersebut penting agar basis konsumen dan produksi perusahaan bisa dipertahankan, apalagi saat pandemi Covid-19.

Melihat kendala tersebut, Dody pun mengatakan, AAUI mencoba untuk memfasilitasi penggunaan teknologi informasi agar investasi yang dilakukan tidak terlalu besar bagi setiap perusahaan. Namun, fasilitas yang dimaksud baru sebatas pusat informasi untuk bisa dimanfaatkan bersama.

"Seperti apa aplikasinya? Aplikasi yang paling mudah untuk menghindari interaksi fisik yang sudah dilakukan AAUI adalah seperti mengimbau untuk memakai tanda tangan elektronik. Itu sudah dilakukan, regulator dan jasa keuangan lain pun juga melakukan itu," tandas dia.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN