Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu gerai ATM BRI. Foto: DAVID

Salah satu gerai ATM BRI. Foto: DAVID

Sebanyak 350 Ribu UMKM Tergabung Ekosistem Digital BRI

Kamis, 14 Januari 2021 | 13:17 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Rumah BUMN dengan memberikan literasi bisnis dan digital dalam rangka meningkatkan kapasitas maupun kapabilitas UMKM. Sepanjang 2020, tercatat sebanyak 350 ribu pelaku UMKM tergabung dalam 56 Rumah BUMN yang dikelola BRI dalam ekosistem digital.

Di tengah kondisi saat ini, perkembangan teknologi dan dunia digital yang begitu pesat memaksa pelaku UMKM untuk cepat beradaptasi dengan mengubah model bisnis usaha mereka. Untuk itu, pelaku UMKM dilatih untuk go modern, go digital, go online, dan go global.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto melalui keterangan tertulis mengatakan, dalam ekosistem digital BRI, para pelaku UMKM tersebut diberikan pendampingan (workshop dan coaching) dengan harapan bukan hanya siap secara bisnis dan terpapar digitalisasi, tetapi juga naik kelas dan masuk ke pasar global.

Catur Budi Harto. Foto: IST
Wakil Direktur Utama BRI . Foto: IST

"Kami mendorong agar pelaku UMKM melek teknologi dan mampu menjadi technopreneur sehingga dapat meningkatkan produktivitas mereka. Pelaku usaha juga mendapatkan pelatihan metode atau cara bagaimana memperluas akses pasar secara online melalui platform Indonesia Mall dan PADI UMKM," ungkap Catur, Kamis (14/1).

Di Rumah BUMN, UMKM dikelompokkan berdasarkan kompetensinya agar pelatihan yang diberikan dapat lebih sesuai dengan kondisi masing-masing UMKM, mulai dari tahap kompetensi tradisional, berkembang, dan modern. Pada masing-masing kelompok tersebut, BRI telah menyiapkan modul yang sesuai dengan kompetensi tersebut.

Bagi UMKM dengan kompetensi tradisional dan berkembang, akan mendapatkan pelatihan bisnis dan keuangan; permodalan; segmentasi dan target pasar; proses produksi dan pemasaran; serta total quality management. Sedangkan untuk kompetensi modern, program pelatihan akan lebih menekankan pada efisiensi kualitas, standarisasi produksi dan pengembangan produk baru.

Selain itu, untuk UMKM yang memiliki perspektif go global, BRI menyediakan program BRIncubator Go Global yang lebih fokus mempersiapkan para pelaku UMKM masuk ke pasar global. Dalam program ini, UMKM akan melalui serangkaian proses seleksi sebelum masuk dalam tahap inkubasi dan pendampingan secara intensif untuk masuk dalam pasar global, baik lokal maupun internasional.

"BRI terus berupaya untuk membuka akses distribusi serta memperluas jaringan pemasaran bagi para pelaku UMKM dengan tak henti membangun business mindset dan keterampilan digital yang
dibutuhkan pasar global saat ini agar mampu bersaing di pasar global," tutup Catur.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN