Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BRI. Foto: DAVID

Bank BRI. Foto: DAVID

Selamatkan Ekonomi, BRI Fokus Berdayakan UMKM

Minggu, 28 Juni 2020 | 11:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menilai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran krusial terhadap perekonomian Indonesia. Oleh karena itu perseroan berkomitmen untuk fokus terhadap pemberdayaan UMKM meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 guna menyelamatkan ekonomi Indonesia.

Tercatat UMKM memiliki kontribusi sebesar 60,3% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, UMKM menyerap 97% dari total tenaga kerja dan 99% dari total lapangan kerja. Namun, di tengah pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, pelaku UMKM tengah menghadapi tekanan yang amat berat karena mereka tidak bisa melakukan aktivitas ekonomi sebagaimana biasanya.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam keterangannya mengatakan, perseroan telah mengimplementasikan berbagai strategi dalam rangka mendukung pemerintah menyelamatkan UMKM. Perseroan tengah fokus untuk menjaga keberlanjutan usaha para pelaku UMKM.

“Saat ini BRI juga tengah mengembangkan sebuah produk pinjaman bagi UMKM yang khusus diperuntukkan pasca Covid-19. Harapannya dengan adanya fasilitas tersebut mampu mengakselerasi usaha para pelaku UMKM yang sempat menurun akibat pandemi,” terang Sunarso, Jumat (26/6).  

Dirut Bank BRI Sunarso
Dirut Bank BRI Sunarso

Selain itu, BRI terus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjaga roda perekonomian terus berputar. Hingga akhir Mei 2020 tercatat BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp 47,4 Triliun kepada lebih dari 1,7 juta pelaku UMKM.

“Saat ini BRI akan tetap ekspansi untuk terus tumbuh. Dengan begitu, UMKM akan tetap berdaya dan akan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan ujungnya mengurangi angka pengangguran,” urai Sunarso.

Upaya lain yang ditempuh perseroan untuk menjaga keberlangsungan UMKM adalah dengan gencar melakukan restrukturisasi kredit, dimana saat ini BRI menjadi bank dengan jumlah restrukturisasi terbesar di Indonesia. Hingga akhir Mei 2020 BRI berhasil melakukan restrukturisasi 2,6 juta pelaku UMKM dengan total pinjaman mencapai lebih dari Rp 160 triliun.

Menurut data dari Kemenkeu, di Indonesia ada 20 juta UMKM yang membutuhkan restrukturisasi kredit, dan dari 20 juta itu 11,7 juta ada di bank Himbara. Dari 11,7 juta diantaranya 9,6 juta ada di BRI.

“Oleh karena itu BRI harus tetap melakukan restrukturisasi, dan dari 16 Maret sampai 31 Mei telah direstrukturisasi sejumlah 2,6 juta nasabah dengan total debet Rp 160 triliun, mayoritas di mikro 1,28 juta nasabah senilai Rp 60,61 triliun, KUR 1,2 juta orang, retail 90 ribu orang, consumer 30 ribu orang dan menengah korporasi 69 ribu,” papar dia.

Upaya lain yang dilakukan perseroan agar UMKM tetap bertahan adalah mendukung tetap beroperasinya pusat pusat ekonomi dan perbelanjaan seperti pasar tradisional. Inovasi yang dilakukan perusahaan diantaranya meluncurkan Web Pasar, di mana terobosan ini diapresiasi oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

“Kami dan BRI seringkali melakukan pendampingan bersama melalui pemberian pelatihan dan pembinaan dalam rangka inkubasi bagi mereka agar dapat terhubung dengan ekosistem digital,” ungkap Teten.

BRI juga telah membagikan masker kepada 1 juta pedagang pasar di Indonesia supaya mereka bisa aman dan terlindungi saat melakukan aktivitas ekonomi.

Aktif Bantu Bukopin

Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID
Mesin ATM Bank BRI. Foto: DAVID

Sementara itu, tim Technical Assistance BRI telah aktif bekerja membantu likuiditas PT Bank Bukopin Tbk sejak 18 Juni 2020. Hal tersebut menindaklanjuti surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Juni 2020 perilah Permintaan Technical Assistance terhadap Bank Bukopin.

Ketua Tim Technical Assistance (TA) BRI Johanes Kuntjoro Adisardjono mengatakan, pihaknya sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga stabilitas likuiditas Bank Bukopin. Tim TA sendiri telah berkantor di Kantor Pusat Bank Bukopin, dan secara langsung berkomunikasi dengan manajemen Bank Bukopin terkait langkah-langkah strategis yang perlu segera diambil dalam rangka menjaga stabilitas likuiditas.

“Pengelolan likuiditas menjadi concern utama Tim TA sehingga pemantauan terhadap arus kas (cash flow) bank menjadi prioritas,” papar Kuntjoro.

Dalam pengelolaan likuiditas, tim turut berkomunikasi intens dengan pihak regulator sehingga diharapkan solusi terbaik dalam menjaga stabilitas likuiditas dapat segera terwujud. 

“Kami optimis dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan berharap Bank Bukopin dapat pulih kembali tentunya dengan bantuan semua pihak,” terang Kuntjoro.

Selama proses pemulihan ini, Tim TA berharap masyarakat dan nasabah dapat memberikan waktu untuk bekerja dan tetap tenang selama proses pemulihan dilakukan. Tentunya, upaya maksimal sedang dilakukan oleh semua pihak, baik Tim TA, manajemen Bank Bukopin sendiri, pemegang saham maupun regulator.

“Harapan kami, masyarakat dan nasabah tetap tenang serta tidak khawatir berlebihan karena proses pemulihan sedang berjalan, dan kami optimistis bahwa kondisi akan semakin membaik,” pungkas Kuntjoro.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN