Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Mantap.

Bank Mantap.

Semester I, Kredit Bank Mantap Meningkat 40%

Nida Sahara, Rabu, 3 Juli 2019 | 08:08 WIB

JAKARTA.investor.id – PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) sampai dengan semester pertama tahun ini telah menyalurkan kredit yang meningkat signifikan sebesar 40% secara tahunan (year on year/yoy). Realisasi tersebut masih on the track dengan target pertumbuhan kredit tahun ini yang juga sebesar 40% (yoy).

Direktur Bisnis Bank Mantap Nurkholis Wahyudi mengatakan, sampai semester I-2019 ada tambahan sekitar Rp 3-3,5 triliun dari penyaluran kredit akhir tahun 2018 yang sejumlah Rp 15,52 triliun. Artinya, hingga akhir Juni 2019 kredit yang disalurkan perseroan mencapai Rp 18,52 triliun sampai dengan Rp 19,02 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Mantap per semester I-2018, penyaluran kredit perseroan sebesar Rp 12,95 triliun. "Kredit kami sampai semester I tumbuh 40% (yoy), ada tambahan kredit Rp 3-3,5 triliun dari Desember 2018. Sampai dengan akhir tahun targetnya kredit di kisaran Rp 20 triliun, tumbuh 40% juga dari 2018," jelas Nurkholis kepada Investor Daily, Selasa (2/7).

Dia menjelaskan, dari pertumbuhan tersebut, kredit pensiunan masih menjadi penyumbang mayoritas, karena porsinya sebesar 85% dari total portofolio kredit. Sisanya adalah kredit ritel dan mikro.

Menurut dia, perseroan sangat prudent dalam menyalurkan kredit mikro. Pasalnya, semua bank memiliki produk mikro, sehingga hal tersebut menjadi tantangan bagi Bank Mantap untuk bisa bersaing. Hal tersebut karena perseroan memang sejak awal didirikan fokus untuk menggarap segmen pensiunan.

"Pensiunan kami masih 85%, karena dari awal kami dominan di pensiunan. Ritel dan mikro tetap kami sempurnakan, ada beberapa prosedur yang kami sempurnakan, karena dari induk Bank Mandiri mewanti-wanti untuk segmen itu harus hati-hati," terang dia.

Nurkholis mengungkapkan, pihaknya ingin masuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun lebih spesifik untuk KUR pensiunan. Untuk itu, perseroan telah mengajukan izin dan masih dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan diharapkan segera terealisasi. "Kami sudah sampaikan ke OJK, mudah-mudahan awal bulan ini sudah bisa keluar izinnya untuk KUR pensiunan," lanjut dia.

Sementara itu, perseroan tahun ini menargetkan laba bersih di atas Rp 400 miliar atau tumbuh 21,21% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2018 yang sebesar Rp 330 miliar.

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN