Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BJB. Foto: IST

Bank BJB. Foto: IST

Semester I, Kredit BJB Capai Rp 77,80 Triliun

Nida Sahara, Jumat, 26 Juli 2019 | 08:14 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) sampai dengan semester pertama tahun ini telah menyalurkan kredit mencapai Rp 77,80 triliun. Jumlah tersebut meningkat 8,2% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan segmen kredit konsumer yang mencapai 11,2% (yoy) menjadi Rp 54,15 triliun. Hal tersebut karena kredit konsumer merupakan penopang dari total kredit perseroan.

"Konsumer itu menjadi pilar utama kami, dengan didorong oleh meningkatnya kredit pensiunan sebesar 35,6% (yoy) menjadi Rp 14,8 triliun," kata Yuddy di Jakarta, Kamis (25/7).

Selain konsumer, kredit mikro perseroan mencatatkan pertumbuhan yang cukup bagus sebesar 11% (yoy) menjadi Rp 5,78 triliun per semester pertama tahun ini. Menurut dia, kredit tersebut akan ditingkatkan, bukan hanya penyaluran, namun juga ada pembinaan kepada nasabah.

Kemudian kredit komersial tercatat melambat 4,4% dari Rp 12,36 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp 11,81 triliun per semester I-2019. "Tahun ini targetnya kredit tumbuh 10-11% dan saat ini masih on the track, kami ke depan sesuai permintaan dari pemegang saham pengendali diminta untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif untuk mendukung infrastruktur Jawa Barat dan Banten," jelas dia.

Dia menjelaskan, pihaknya akan memperbanyak penyaluran kredit sindikasi untuk infrastruktur dan juga kredit komersial. BJB sudah mengucurkan kredit sindikasi ke beberapa jalan tol, LRT Palembang dan masih ada sejumlah pipeline lagi ke depannya. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan porsi kredit komersial perseroan.

"Sekarang kredit komersial kami portofolionya 15%, kami ingin tumbuh di sana salah satunya dengan sindikasi, ada beberapa pipeline ke depan. Sebab, kami memang diamanatkan untuk meningkatkan kredit produktif membangun Jawa Barat dan Banten," tutur Yuddy.

Di sisi lain, pihaknya juga ingin meningkatkan porsi dari kredit UMKM yang saat ini masih di bawah 20%. Menurut Yuddy, pihaknya tidak hanya akan menyalurkan kredit saja, tapi juga memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada debiturnya.

Yuddy juga mengatakan, rasio permodalan akan dijaga dengan baik, akhir tahun ini juga direncanakan akan ada setoran modal melalui penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) Tahap II dari Pemerintah Daerah. "Dengan target dana Rp 412 miliar," ujar Yuddy.

Per semester I-2019, BJB mencatatkan total aset sebesar Rp 120,7 triliun atau tumbuh 6,4% (yoy). Penyaluran kredit tersebut juga membuat perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 803 miliar pada semester pertama tahun ini, perolehan tersebut cenderung melambat 11,2% dari Rp 903 miliar semester I-2018.

Perlambatan tersebut terjadi karena adanya lonjakan beban nonoperasional sebesar 35,6% dari Rp 39 miliar menjadi Rp 53 miliar. Kemudian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) melambat 6,4% (yoy) menjadi Rp 2,97 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN