Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maybank. Foto ilustrasi: IST

Maybank. Foto ilustrasi: IST

Semester I, Laba Bersih Maybank Meningkat 7%

Minggu, 2 Agustus 2020 | 15:45 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (Patami ) sebesar Rp 809,7 miliar pada semester pertama tahun ini, atau meningkat 7% secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja didukung oleh peningkatan pendapatan non bunga (fee based income) dan pengelolaan biaya strategis secara berkelanjutan.

 

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, perseroan mencatat kenaikan pendapatan fee based sebesar 1,4% (yoy) menjadi Rp 1,2 triliun, dimana terdapat pendapatan fee non rutin sebesar Rp 101,0 miliar dari hasil penyelesaian arbitrase domestik. Bila pendapatan fee non rutin tersebut tidak diperhitungkan, maka perseroan mencatat kenaikan fee 11,0%.

Pendapatan dari fee global market naik tajam 116,1% menjadi Rp 374,6 miliar per Juni 2020, sementara pendapatan fee dari bancassurance, wealth management dan investasi terus mencatat pertumbuhan dengan mencatat kenaikan 29,3% menjadi Rp 122,6 miliar dari Rp 94,8 miliar tahun 2019.

"Terlepas dari kondisi pasar yang kurang kondusif, kami telah berhasil membukukan hasil positif dalam enam bulan pertama 2020. Pencapaian ini mencerminkan kemampuan kami mengatasi kondisi pasar yang menantang dan mengubahnya menjadi peluang pada layanan perbankan digital serta tetap menjaga pertumbuhan yang baik," jelas Taswin dalam keterangannya, Minggu (2/8).

Sementara itu, pihaknya juga mencatat marjin bunga bersih (net interest income/NIM) naik menjadi sebesar 5,0% per Juni 2020 atau lebih tinggi 18 basis poin (bps) dibandingkan dengan 4,8% pada Juni 2019 terutama didukung oleh penurunan biaya dana sebagai hasil dari kedisiplinan dalam penentuan harga dan pengelolaan pendanaan yang lebih baik.

Sejalan dengan kondisi pasar saat ini, industri menghadapi perlambatan dalam pertumbuhan kredit, total kredit perseroan mengalami penurunan 14,6% menjadi Rp 115,7 triliun.

"Maybank terus mempertahankan sikap konservatif dan menyelaraskan pertumbuhan portofolio dengan postur risiko yang makin diperketat mengingat situasi pandemi saat ini," ucap Taswin.

Per akhir Juni 2020, meskipun kredit perbankan global turun 5,4% menjadi Rp 35,8 triliun, kredit ini berhasil tumbuh sebesar 1,4% dibandingkan kuartal sebelumnya didukung oleh segmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara, Kredit non ritel community financial services (CFS) turun 22,3% menjadi Rp 42,4 triliun karena Bank menerapkan strategi untuk membatasi risiko bagi business banking untuk mengatur kembali portofolio yang tidak sesuai dengan tingkat risiko perseroan. Pinjaman ritel CFS turun 12,9% menjadi Rp 37,5 triliun yang disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat di tengah masa yang menantang ini.

Profil pendanaan Maybank terus menguat seperti tercermin dari peningkatan rasio dana murah (CASA) dari 33,1% pada Juni 2019 menjadi 40,0% pada Juni 2020, dimana tabungan meningkat sebesar 9,9%. Perseroan telah mengalihkan upaya untuk meningkatkan peluang bisnis di tengah kondisi pasar yang menantang dengan mengoptimalkan layanan perbankan digital, Maybank2u (M2U) dimana mulai banyak nasabah kini menggunakan layanan mobile app khususnya dengan adanya PSBB.

Transaksi keuangan yang dilakukan melalui M2U naik 136% menjadi 4,5 juta transaksi pada semester I 2020 sementara, terdapat 34 ribu pembukaan rekening tabungan/deposito dan lebih dari 45 ribu rekening baru dibuka melalui M2U.

Di sisi lain, rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio (LDR) Maybank berada pada tingkat yang sehat sebesar 94,2% sementara liquidity coverage ratio (LCR) berada pada posisi 152,4% per Juni 2020, jauh melampaui kewajiban minimum sebesar 100%.

Tingkat rasio kredit macet (non performing loan/NPL) gross Maybank di posisi 5,0% dan 2,9% (net) pada Juni 2020 dibandingkan dengan 3,1% (gross) dan 1,7% (net) pada Juni 2019. Peningkatan NPL tersebut disebabkan oleh menurunnya saldo kredit pada Juni 2020  dan penerapan standar akuntansi baru PSAK 71 secara penuh efektif mulai Januari 2020.

"Serta dampak situasi pandemi yang mempengaruhi beberapa nasabah.kami terus menempuh langkah proaktif untuk membantu nasabah menghadapi tantangan dan fokus pada restrukturisasi kredit untuk menjaga kualitas aset," kata Taswin.

Di sisi lain, posisi modal perseroan tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 22,1% pada Juni 2020 dibandingkan dengan 19,1% posisi sama tahun lalu.

Restrukturisasi Kredit
Taswin menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 mulai semakin nyata terlihat pada kuartal kedua 2020, dan Bank telah secara seksama memantau asetnya di semua segmen bisnis sementara pada saat yang sama secara proaktif mengikutsertakan debitur untuk menilai dampak tersebut terhadap bisnis mereka.

"Hingga saat ini, Maybank telah menyetujui pinjaman untuk dilakukan restrukturisasi dan penjadwalan ulang kepada lebih dari 22 ribu debitur dengan total pinjaman Rp 15,4 triliun," kata Taswin.

Bank juga telah menyederhanakan proses dan memfasilitasi debitur ritel untuk mengajukan restrukturisasi dan penjadwalan ulang secara online melalui email, melalui call center atau website resminya. "Situasi yang menantang ini juga mendorong kami menjadi lebih kreatif dalam melakukan komunikasi dengan para nasabah melalui teknologi," papar dia.

Taswin mengaku telah mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut terhadap portofolio Maybank atas pandemi global yang terjadi. "Kami senantiasa menjaga kualitas aset Maybank melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan pendekatan manajemen risiko yang ketat," sambung dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN