Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Persero. Sumber: smf.indonesia.co.id

PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Persero. Sumber: smf.indonesia.co.id

Semester I, Laba Bersih SMF Tumbuh 27,57%

Kamis, 5 Agustus 2021 | 19:21 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan pencapaian kinerja positif sepanjang Semester I tahun 2021. Di tengah pandemi Covid-19 yang masih bergulir, laba bersih SMF meningkat 27,57% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 310 miliar.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, dari sisi kinerja keuangan, pendapatan tercatat tumbuh 7,22% (yoy) mencapai Rp 1,2 triliun per akhir Juni 2021. Sedangkan beban, pajak dan juga CKPN naik 1,48% (yoy) menjadi Rp 893 miliar.

"Total aset SMF sampai semester I-2021 mengalami pertumbuhan 8,97% dari Rp 29,32 triliun menjadi Rp 31,95 triliun. Total liabilitas dan dana syirkah temporer tumbuh 1,84% menjadi Rp 20,21 triliun, dan total ekuitas SMF sebesar Rp 11,74 triliun, mengalami pertumbuhan 23,9%," kata Ananta dalam konferensi pers, Kamis (5/8).

Direktur Utama SMF (Persero) Ananta Wiyogo. Foto: IST
Direktur Utama SMF (Persero) Ananta Wiyogo. Foto: IST

SMF memaksimalkan peran sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sektor Perumahan. Meskipun kinerja keuangan perseroan mencatatkan pertumbuhan positif, namun penyaluran pinjaman kepada penyalur kredit pemilikan rumah (KPR) mengalami penurunan 12,80% (yoy) menjadi sebesar Rp 3,66 triliun per semester I-2021.
 
"Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2021, mencapai sebesar Rp 72,80 triliun yang terdiri dari pembiayaan sebesar Rp 59,86 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp 12,78 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp 156 miliar," urai Ananta.

Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,13 juta debitur KPR yang terdiri dari 62,12% pembiayaan, 16,45% KPR FLPP, 21,3% sekuritisasi dan 0,13% pembelian KPR.

"Penyaluran dana  SMF masih 84% di Indonesia bagian barat, sedangkan 15,03% di Indonesia bagian tengah dan 0,67% Indonesia bagian timur," sambung Ananta.

Heliantopo, Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) dalam diskusi Zooming with Primus - Relaksasi KPR & Antisipasi Resiko NPL. Sumber: BSTV
Heliantopo, Direktur Sekuritisasi & Pembiayaan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) Sumber: BSTV

Pada saat yang sama, Direktur SMF Heliantopo mengungkapkan, SMF membantu pemerintah menurunkan beban fiskal melalui penyaluran KPR FLPP.

"Sampai Juni realisasi pemerintah 101.530 unit rumah dari target 157.500 unit. Realisasi SMF sebesar Rp 1,96 triliun dari 54.208 unit rumah," ucap dia.

Dana porsi perbankan untuk pembiayaan KPR FLPP yang ditujukan kepada bank penyalur merupakan tugas khusus dari pemerintah kepada SMF dan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) dalam rangka mendukung percepatan program pemulihan ekonomi nasional di sektor perumahan. Adapun, porsi pendanaan SMF untuk KPR FLPP sebesar 25% sedangkan PPDPP sebesar 75%. "Bunga atau imbal hasil kepada industri itu ditetapkan 5% fixed sampai dengan 20 tahun," lanjut Topo.

Sejak Agustus 2018 hingga Semester I tahun 2021, perseroan telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 187.276 debitur dari total 871.693 debitur yang disalurkan pemerintah. Total akumulasi dana pendamping KPR FLPP yang telah disalurkan SMF hingga semester I mencapai  Rp 6,3 triliun. Adapun per tanggal 30 Juni 2021, perseroan bersama PPDPP telah menambah kerjasama baru melalui penandatanganan perjanjian bipartit dan tripartit dengan Bank Kaltim Kaltara dan PPDPP sehingga saat ini perseroan telah bekerjasama dengan 16 bank penyalur KPR FLPP.

Surat Utang
Pada semester I, perseroan telah merealisasikan penerbitan surat utang melalui Penawaran Umum Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2021 dengan tingkat bunga tetap, sebesar Rp 1,9 triliun. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan V SMF dengan nilai total penerbitan mencapai Rp 12,2 triliun. Selain itu perseroan juga menerbitkan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2021 sebesar Rp 100 miliar.  

Sepanjang semester I tahun 2021 total obligasi yang diterbitkan yakni sebesar Rp 2 triliun. Adapun perseroan telah aktif menerbitkan surat utang sejak tahun 2009 dan hingga akhir semester I-2021, SMF sudah menerbitkan 47 kali penerbitan dengan jumlah Rp 43,32 triliun, terdiri dari 34 kali penerbitan obligasi/sukuk sebesar Rp 38,56 triliun, 12 kali Medium Term Notes sebesar Rp 4,64 triliun (termasuk didalamnya penerbitan Sukuk Mudharabah SMF I melalui penawaran terbatas), dan satu kali penerbitan surat berharga komersial sebesar Rp 120 miliar.

Ananta mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan dalam memenuhi perannya sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi penyalur KPR. "Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMF untuk mendukung ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia," ujar Ananta.

Lebih lanjut, Topo mengungkapkan terkait sekuritisasi, sejak tahun 2009, sampai dengan saat ini perseroan telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp 12,78 triliun. "Nanti sekuritisasi dilaksanakan pada semester II ini," tutur Topo.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN