Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaparkan kinerja semester I-2019 di Jakarta, Selasa (23/7/2019). Sampai periode tersebut, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 549,23 triliun. (Investor Daily/Nida Sahara)

Jajaran Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memaparkan kinerja semester I-2019 di Jakarta, Selasa (23/7/2019). Sampai periode tersebut, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 20% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 549,23 triliun. (Investor Daily/Nida Sahara)

Semester I-2019, Kredit BNI Meningkat 20%

Selasa, 23 Juli 2019 | 19:02 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat, sampai dengan semester pertama tahun ini telah menyalurkan kredit mencapai Rp 549,23 triliun. Penyaluran tersebut meningkat 20,0% secara tahunan (year on year/yoy).

"Realisasi kredit tersebut menunjukkan fungsi intermediasi yang dijalankan BNI berjalan secara optimal dan seiring dengan upaya pemerintah yang terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global," terang Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Pertumbuhan kredit perseroan pada semester pertama 2019 didorong oleh kredit pada segmen korporasi yang mencapai 51,9% dari total portfolio kredit BNI, dengan fokus pembiayaan pada sektor-sektor unggulan yang memiliki risiko relatif rendah, terutama ke sektor manufaktur, perdagangan, restoran dan hotel, serta jasa dunia usaha.

"Hal ini sejalan dengan strategi yang telah ditetapkan BNI, yaitu menjaga komposisi kredit korporasi dalam kisaran 50% hingga 55% dari total kredit. Kredit korporasi BNI tersalurkan pada korporasi swasta dan BUMN, yang masing-masing tumbuh 27,8% (yoy) menjadi Rp 174,30 triliun dan 24,9% (yoy) menjadi Rp 111,04 triliun," papar Anggoro.

Sementara itu, kredit yang dialirkan pada segmen usaha kecil pun mencatatkan pertumbuhan yang baik yaitu 21,5% (yoy) menjadi 72,94 triliun, termasuk di dalamnya adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjadi program utama pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, untuk kredit segmen menengah tetap dijaga pertumbuhannya yang moderat yaitu sebesar 7,6% (yoy) menjadi Rp 76,13 triliun. Saat ini porsi kredit menengah masih 13,9% dari total portofolio kredit perseroan.

Pada kesempatan itu, Direktur Konsumer BNI Tambok Simanjuntak mengungkapkan, pada segmen konsumer, kredit tanpa agunan (KTA) berbasis payroll masih menjadi kontributor utama pertumbuhan sebesar 12,8% (yoy) menjadi Rp 24,52 triliun.

"Sementara untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kartu kredit masih mencatatkan pertumbuhannya itu masing-masing sebesar 8,9% (yoy) menjadi Rp 42,25 triliun dan 4% (yoy) menjadi Rp 12,63 triliun," ucap Tambok.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN