Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
 irektur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers paparan kinerja semester I-2021, Kamis (29/7/2021). (Investor Daily/Nida Sahara)

irektur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam konferensi pers paparan kinerja semester I-2021, Kamis (29/7/2021). (Investor Daily/Nida Sahara)

Semester I-2021, Laba Bank Mandiri Tumbuh Kinclong 21,45%

Kamis, 29 Juli 2021 | 16:06 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sepanjang semester I-2021 membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 12,5 triliun, tumbuh 21,45% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan, perseroan akhirnya berhasil memperbaiki kinerja perseroan pada triwulan II-2021, setelah sempat terdampak dari pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Membaiknya kinerja finansial Bank Mandiri pada akhir Juni 2021 terlihat pada pencapaian laba bersih perseroan yang tumbuh 21,45% secara tahunan menjadi Rp 12,5 triliun, yang terutama disokong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50% (yoy) menjadi Rp 35,16 triliun," ungkap Darmawan dalam konferensi pers, Kamis (29/7/2021).

Selain itu, pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income) sebesar 17,27% (yoy) menjadi Rp 15,94 triliun. "Kami memandang tren pertumbuhan ini sebagai sinyal positif bahwa permintaan masih ada diharapkan akan terus meningkat. Namun, kami akan tetap waspada dalam mengeksekusi rencana bisnis ke depan," kata Darmawan.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), DPK Bank Mandiri secara konsolidasi hingga triwulan II-2021 tumbuh 19,73% (yoy) menjadi Rp 1.169,2 triliun, dengan komposisi dana murah sebesar 68,49% atau mencapai Rp 800,8 triliun. Pertumbuhan dana murah terutama didorong oleh pertumbuhan giro (bank only) sebesar 40,9% (yoy) pada triwulan II-2021.

"Keberhasilan kami menjaga tren pertumbuhan dana murah ini juga ikut menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) Bank Mandiri secara year to date (bank only) menjadi 1,71%, turun dari level 2,53% pada akhir tahun lalu," kata dia.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN