Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OJK

OJK

Semester I-2021, OJK Klaim Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

Kamis, 29 Juli 2021 | 12:07 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan tetap stabil hingga semester I-2021. Hal ini tercermin dari membaiknya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal, serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudensial) di lembaga jasa keuangan.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan, OJK mendukung program pemerintah dalam melaksanakan percepatan vaksinasi masyarakat dengan membuka sentra-sentra vaksin Covid-19 di berbagai daerah bekerja sama dengan industri jasa keuangan (IJK) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan target 10 juta vaksin hingga Desember mendatang. Percepatan vaksinasi diyakini menjadi kunci utama untuk membangun imunitas komunal sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal dan perekonomian kembali bergerak.

"Meskipun indikator ekonomi domestik sampai Juni masih menunjukkan berlanjutnya pemulihan, OJK mencermati adanya penurunan mobilitas karena pemberlakuan PPKM yang dikhawatirkan dapat mempengaruhi laju pemulihan ekonomi ke depan," jelas Anto dalam keterangan tertulis, Kamis (29/7/2021).

OJK juga mencatat, pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut terutama di negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan mobilitas yang mulai kembali ke level prapandemi. Selain itu, kebijakan moneter negara utama dunia diperkirakan masih akomodatif sehingga mampu menurunkan risiko likuiditas di pasar keuangan global.

 

Intermediasi Perbankan

Pada intermediasi perbankan, OJK mencatat kredit perbankan bulan Juni 2021 meningkat sebesar Rp 67,39 triliun dan tumbuh 0,59% secara tahunan (year on year/yoy). "Meneruskan tren perbaikan selama empat bulan terakhir seiring berjalannya stimulus pemerintah, OJK, dan otoritas terkait lainnya," terang Anto.

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) kembali mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 11,28% (yoy). Dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang cukup kompetitif.

"Likuiditas industri perbankan sampai saat ini masih berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK per Juni 2021 terpantau di atas threshold," lanjut dia.

Profil risiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2021 masih relatif terjaga dengan rasio NPL gross perbankan sebesar 3,24% dengan NPL net 1,06%. Permodalan lembaga jasa keuangan juga masih pada level yang memadai, capital adequacy ratio (CAR) industri perbankan sebesar 24,33%, jauh di atas threshold.

 

IKNB dan Fintech

Di sektor industri keuangan nonbank (IKNB) dalam hal ini asuransi mencatatkan penghimpunan premi pada Juni 2021 sebesar Rp 31,0 triliun dengan rincian asuransi jiwa sebesar Rp 21,1 triliun, asuransi umum dan reasuransi sebesar Rp 9,9 triliun.

Selanjutnya, fintech P2P lending pada periode yang sama mencatatkan pertumbuhan baki debet pembiayaan signifikan menjadi Rp 23,38 triliun. Sedangkan pada Juni 2020 dan Mei 2021 masing-masing tercatat Rp 11,8 triliun dan Rp 21,7 triliun. Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan masih terkontraksi dan mencatatkan pertumbuhan negatif 11,1% (yoy) pada Juni 2021.

Rasio NPF perusahaan pembiayaan Juni 2021 turun pada 3,96% dibandingkan Mei 2021 4,05%. Selain itu, posisi devisa neto Juni 2021 sebesar 2,32% atau jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20.

Risk-based capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing 647,7% dan 314,8%, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120%. Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat 2,03 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

 

Pasar Modal

Sementara itu, di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik masih terjaga stabil. IHSG hingga 23 Juli 2021 tercatat menguat ke level 6,102 atau tumbuh 1,9% (mtd) dengan aliran dana nonresiden masuk sebesar Rp 2,02 triliun," urai Anto.

Pasar SBN juga terpantau menguat dengan rerata yield SBN turun 13,5 bps di seluruh tenor. Namun, investor nonresiden tercatat net sell sebesar Rp 11,73 triliun.

OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya kasus Covid-19 domestik. "Serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan," jelas Anto.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN