Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani Kakao

Petani Kakao

Semester I-2021, Pembiayaan UMKM LPEI Naik Rp 355 Miliar

Senin, 16 Agustus 2021 | 19:15 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank mencatat pembiayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai net growth Rp 355 miliar dari total pembiayaan Rp 14,5 triliun pada semester I-2021. Adapun dari Rp 14,5 triliun hampir 60% direstrukturisasi untuk menjaga kelangsungan bisnis UMKM tersebut.

Direktur Pelaksana II LPEI Maqin Noorhadi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong pelaku UMKM untuk bisa naik kelas menjadi eksportir meski di tengah pandemi Covid-19. "Pandemi tidak menghalangi kami untuk meningkatkan kelas para UMKM menjadi eksportir," kata Maqin dalam keterangan tertulis, Senin (16/8).

Dia menjelaskan, pada semester pertama total pembiayaan LPEI telah mencapai Rp 14,5 triliun yang disalurkan kepada sejumlah industri seperti kertas, makanan dan minuman, tekstil, dan lain-lain termasuk UMKM. Pembiayaan tersebut juga sudah termasuk penugasan khusus ekspor (PKE) dari Pemerintah yang juga telah berhasil disalurkan sebesar Rp 408 miliar.

Maqin menambahkan, LPEI juga meningkatkan kelas UMKM melalui program yang menyasar perbaikan aspek non finansial. Bentuk Program-program tersebut seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru, Desa Devisa, yaitu program pengembangan masyarakat berbasis komoditas untuk menghasilkan devisa, dan marketing handholding, yaitu program untuk memasarkan UKM lokal melalui marketplace global adalah diantaranya. Selain itu, LPEI juga melakukan kalkulasi terhadap dampak pembiayaan yang diberikan.

"Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) kami juga mempertimbangkan aspek developmental dalam melakukan pembiayaan. Berdasarkan kajian yang kami lakukan bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), pembiayaan senilai Rp 90,4 triliun yang telah disalurkan LPEI memberikan dampak positif terhadap peningkatan investasi nasional sebanyak 2,43 kali atau Rp 219 triliun, Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 2,45 kali senilai Rp 221 triliun dan ekspor nasional 3,53 kali senilai Rp 319 triliun," lanjut Maqin.

Hasil nyata dari pembiayaan UKM yang dilakukan oleh LPEI telah memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat langsung. Pencapaian ini juga diharapkan dapat berlanjut dan tentu membutuhkan bantuan dari segala pihak. Harapannya peran LPEI dalam membantu UMKM meningkatkan kelasnya menjadi lokal yang mendunia dapat terus terlaksana.

Adapun LPEI/Indonesia Eximbank merupakan SMV Kementerian Keuangan RI dalam peningkatan ekspor nasional adalah salah satu lembaga keuangan yang mendapatkan penugasan untuk membantu UKM dalam bentuk Penugasan Khusus Ekspor (PKE) untuk UMKM disamping program Penjaminan Pemerintah (Jaminah) untuk segmen korporasi yang keduanya ditujukan dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN