Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) . Foto ilustrasi: IST

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) . Foto ilustrasi: IST

Semester I-2022, Premi Asuransi Jiwa Nasional Turun 9,47%

Rabu, 10 Agustus 2022 | 22:47 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id Pendapatan premi bruto industri asuransi jiwa nasional sampai dengan semester I-2022 tercatat turun 9,47% secara year on year (yoy) menjadi Rp 85,1 triliun. Pertumbuhan produk-produk tradisional berbasis proteksi diperkirakan belum mampu menambal perlambatan dari produk unit link.

Mengacu pada data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meski besaran perlambatan cenderung menurun, tren penurunan pendapatan premi ini berlanjut dari realisasi kuartal I-2022. Ketika itu, premi turut sampai dengan 14,13% (yoy) menjadi Rp 43,67 triliun.

Menurut pengamat asuransi Tri Joko Santoso, perlambatan sangat mungkin terjadi pada premi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) yang salah satunya adalah unit link. Selain ada indikasi premi yang dikumpulkan tertunda, perusahaan asuransi memang mulai fokus menggarap produk berbasis proteksi.

"Kalau melihat perilaku perusahaan asuransi jiwa, mereka berbondong-bondong mengeluarkan produk asuransi berbasis proteksi atau non-unit link dalam sembilan bulan terakhir. Mungkin ini juga yang berpengaruh pada kinerja unit link," kata Tri kepada Investor Daily, Rabu (10/8/2022).

Dia menuturkan, pergerakan premi dari unit link memang sulit untuk diperkirakan karena lekat dengan pergerakan pasar investasi. Dengan perbaikan pasar saham dan SUN dalam waktu dekat, premi unit link diperkirakan juga akan membaik secara temporer. Namun lebih jauh lagi, premi unit link masih akan sulit diprediksi mengingat kondisi yang masih fluktuatif.

Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) menyampaikan, mayoritas premi industri asuransi jiwa masih pada produk unit link, sehingga perlambatan pada produk unit link berdampak pada kinerja keseluruhan asuransi jiwa. Namun demikian, peningkatan kesadaran masyarakat mendorong produk tradisional berbasis proteksi diperkirakan meningkat cukup baik.

"Kalau di industri kita lihat gara-gara pandemi ini masih ada impact. Di tahun ini walaupun memang ada peningkatan produk-produk berbasis proteksi, cuma itu kan ticket size-nya kecil. Sedangkan unit link karena pasar belum stabil, jadi berdampak pada penurunan preminya," kata Winda.

Dia mengakui bahwa indikasi perlambatan pada premi unit link tidak terlepas dari terbitnya aturan terbaru OJK yang perlu cepat disikapi banyak pihak di dalam industri. Di Astra Life sendiri, mayoritas premi perseroan masih dikontribusikan dari produk unit link yang masih tumbuh secara moderat.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com