Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AJB Bumiputera. Foto: google

AJB Bumiputera. Foto: google

Senin, Bumiputera Kirim Surat Permohonan Pembentukan Panitia RUA ke OJK

Jumat, 17 Juli 2020 | 22:19 WIB
Prisma Adrianto

JAKARTA, investor.id - Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera bakal mengirimkan surat permohonan pembentukan panitia pemilihan peserta rapat umum anggota (RUA) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (20/7). Alih-laih komisaris, nantinya jajaran direksi yang akan memilih panitia tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Advokasi Penyelamatan AJB Bumiputera Jaka Irwanta kepada Investor Daily, Jakarta, Jumat (17/7) malam. Dia menyatakan, kondisi dan situasi memaksa jajaran direksi (board of director/BOD) mesti memilih para panitia peserta RUA.

Dia menerangkan, pembentukan panitia peserta RUA itu mendesak karena banyaknya bangku yang kosong pada kepengurusan Bumiputera. Di antaranya yakni kekosongan kursi dewan komisaris (board of commissioners/BOC), yang bertugas memilih dan menyiapkan panitia peserta RUA.

"Sekarang ini kondisi Bumiputera, kan ada 11 anggota RUA. Enam di antaranya sudah habis masa kerja dan tiga orang terkait partai politik yang menyalahi aturan jadi ilegal, sehingga tersisa hanya dua orang. Nah seharusnya bagaimana mendorong diadakan pemilihan anggota RUA dulu," ungkap dia.

Dia menyatakan, Bumiputera hanya memiliki dua direksi definitif, tidak memiliki komisaris, dan sebagian besar kursi anggota RUA juga kosong. Melihat hal tersebut, perlu langkah atau tindakan luar biasa untuk setidaknya membentuk pengurus baru.

"Ini gimana? Tidak ketemu kalau diurutkan. Yang ada sekarang itu adalah direksi, dibentuklah dulu panitia peserta RUA. Ketika RUA terbentuk, kami akan rapat lagi untuk membentuk kelengkapan pengurus di direksi dan komisaris. Barulah, membicarakan penyelamatan dan rencana kerja ke depan seperti apa," papar Jaka.

Dia mengatakan, OJK pun telah melayangkan surat peringatan ketiga (SP3) kepada Bumiputera karena banyaknya kekosongan di bangku kepengurusan. OJK melihat kepengurusan ini perlu segera dibentuk, selain untuk merancang upaya penyelamatan, ada pihak yang setidaknya bisa dimintai pertanggungjawaban atas kondisi Bumiputera saat ini.

Menanggapi teguran tersebut, pihaknya bersama jajaran direksi melakukan komunikasi secara intensif. Hasilnya, dalam waktu dekat ini pihak Bumiputera akan mengirimkan surat permohonan kepada OJK untuk segera membentuk panitia peserta RUA.

"Barusan Pak Dirut (Direktur Utama Bumiputera Faizal Karim) telefon saya, kami sepakat hari Senin itu akan membuat surat permohonan izin kepada OJK yang ditandatangani Pak Dirut tentunya. Intinya untuk meminta izin pembentukan kepanitiaan baru," ujar dia.

Merujuk PP No 87/2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama, pasal 32 ayat 1-2 menyatakan, pemilihan peserta RUA dilakukan oleh panitia pemilihan yang dibentuk oleh dewan komisaris. Panitia dibentuk enam bulan sebelum masa kepesertaan RUA periode sebelumnya berakhir.

Sedangkan pada ayat 4-5 dikatakan, anggota panitia berjumlah ganjil paling sedikit 5 orang dan paling banyak 7 orang. Panitia pemilihan terdiri atas unsur akademi dan profesional di bidang perasuransian.

Beleid itu juga menjelaskan, panitia pemilihan bertugas untuk melakukan penjaringan dan seleksi. Setelah mendapat beberapa nama peserta, panitia menyerahkan kepada jajaran direksi untuk diajukan serta meminta izin OJK. Direksi ini hanya menyampaikan satu nama per wilayah dan setiap peserta RUA yang disetujui memiliki masa jabatan selama 5 tahun.

Kewenangan RUA
Masih pada baleid yang sama, pada pasal 14 dipaparkan, RUA mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada direksi atau dewan komisaris, namun dalam batas yang ditentukan dalam peraturan pemerintah tersebut dan anggaran dasar. 

Kemudian, pasal 15 menjelaskan wewenang strategis RUA yang meliputi dapat menetapkan kebijakan umum di bidang organisasi, tata kelola, manajemen, anggaran, dan bisnis. Lalu, menetapkan anggaran dasar dan perubahannya dan termasuk juga mengangkat, mengganti, dan memberhentikan anggota direksi dan/atau anggota dewan komisaris.

Selain itu, RUA menetapkan pemanfaatan keuntungan dan pembebanan kerugian di antara anggota. Selanjutnya, terdapat kewenangan menetapkan pengalihan aset atau portofolio pertanggungan, serta menetapkan persetujuan langkah lanjutan dalam rangka penyehatan keuangan. Bahkan, dapat memutuskan pembubaran usaha bersama.

"Jadi, untuk membenahi secara fundamental itu kami bersama-sama mendorong untuk membentuk RUA ini, yang seharusnya dibentuk pada Desember lalu. Kami bukan bermaksud menyalahkan pihak mana pun, yang terpenting ini bersama dibenahi, dibentuk pengurus," ucap Jaka. 

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN