Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Teller bank menghitung uang rupiah di Bank Mandiri cabang Jakarta Bursa di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sentimen Positif Pekan Lalu Masih akan Dorong Penguatan Rupiah

Senin, 24 Agustus 2020 | 09:38 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi (24/8/2020) menguat 18 poin atau 0,12% menjadi Rp14.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.773 per dolar AS.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI, dalam perbincangannya dengan BeritasatuTV di IDXOpening Bell di Jakarta, Senin (24/8/2020) mengatakan rupiah pagi ini dibuka menguat karena masih terpengaruh sentimen positif pekan lalu.

Puguh memperkirakan sentimen pekan lalu masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada Senin dan Selasa.

Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV
Puguh Andik Prasetyo, Treasury Research Analyst Bank BNI. Sumber: BSTV

“Sentimen-sentimen yang positif pekan lalu dimana BI menahan suku bunga acuan, trade balance kita justru di atas ekspektasi memberikan sentimen baik pada pergerakan rupiah awal pekan ini,” katanya.

Dolar, lanjut Puguh, juga berpotensi melemah hari ini karena belum ada kesepakatan stimulus mendekati deadline.

“Saya kira rupiah masih akan menguat  meski terbatas apalagi corona kembali tinggi di Asia, terutama Korea Selatan kembali memperketat kondisi,” katanya.

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini.   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS diantara uang rupiah di sebuah bank di Jakarta, belum lama ini. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Menurut Puguh, rupiah di awal pekan atau Senin-Selasa  kemungkinan besar menguat didorong sentimen-sentimen pekan lalu, salah satunya tidak adanya update hubungan AS-Tiongkok.

“Namun di Rabu dan  Kamis nanti akan ada pertemuan kedua yang berpotensi membuat rupiah bergejolak, besok juga aka nada lelang SBN kalau peminatnya masih tinggi rupiah cenderung menguat namun di Rabu-Kamis akan volatile,” paparnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN