Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo ADA Asia, sebuah perusahan yang bergerak di bidang AI (kecerdasan buatan) dan pengolahan data. ( Foto: ada-asia.com )

Logo ADA Asia, sebuah perusahan yang bergerak di bidang AI (kecerdasan buatan) dan pengolahan data. ( Foto: ada-asia.com )

Sistem Analisis Profil ADA Pangkas Proses Panjang Pengajuan Pinjaman

Selasa, 22 Desember 2020 | 07:53 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengajuan pinjaman menjadi proses panjang adalah hal yang tidak mudah bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), yang tidak memiliki catatan finansial atau sejarah transaksi memadai. Padahal, profil bisnis UMKM yang diterbitkan Bank Indonesia menyatakan, potensi UKM di Indonesia yang berjumlah 62,4 juta tersebut begitu besar dan memiliki daya serap tenaga kerja hingga 97%. Namun hanya 30% yang telah memanfaatkan akses ke layanan keuangan.

Laporan “e-Conomy South East Asia (SEA) 2019” juga menyebutkan terdapat setidaknya 92 juta orang di Indonesia yang masuk ke dalam kategori unbanked, dan 47 juta orang di kategori underbanked. Hal ini cukup disayangkan mengingat pelaku UKM termasuk di dalamnya, dan menjadikan penetrasi jasa keuangan di Indonesia pekerjaan rumah bersama.

Sebagai perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan, ADA memiliki kemampuan untuk membuat dan menjalankan sistem analisis profil calon peminjam dengan menyediakan variabel-variabel non-finansial. Analisis yang dilakukan dapat memangkas proses panjang, seperti wawancara tatap muka. Hal ini bermanfaat untuk memastikan proses yang dibutuhkan tetap dapat berjalan meskipun di tengah-tengah keterbatasan akibat pandemi.

“Sistem analisis kelayakan kami dapat memangkas proses panjang untuk pengajuan dan persetujuan pinjaman. Setelah menerima data yang dibutuhkan dari mitra fintech, kami akan mengirimkan SMS kepada calon peminjam untuk meminta persetujuan pengolahan informasi dan penilaian. Meskipun terdengar mudah dan sederhana, sangat penting bagi industri fintech untuk memperkuat proses analisis calon peminjam,” ujar Country Director Reach ADA di Indonesia Yogi Triharso dalam siaran pers Selasa (22/12).

Ada pun analisis yang diberikan oleh ADA bertujuan melengkapi informasi yang dimiliki oleh financial technology (fintech). Informasi non-finansial ini dapat memberikan gambaran tentang perilaku pengeluaran, daya beli, dan gaya hidup dari calon peminjam.

“Rekomendasi yang diberikan oleh ADA bersifat melengkapi, bukan yang utama. Namun, dengan adanya informasi non-finansial ini, gambaran tentang profil peminjam akan lebih menyeluruh,” kata Yogi.

Sebagai informasi, fintech telah menjadi solusi dalam memfasilitasi permasalahan akses layanan keuangan, dan turut menunjang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Servis finansial berbasis teknologi yang diusung oleh fintech, mengubah model bisnis pinjaman konvensional ke sistem digital.

Namun, kemudahan dan kenyamanan yang diberikan oleh fintech tentunya perlu didukung oleh ekosistem yang memadai. Salah satunya ketersediaan informasi tentang calon peminjam, baik secara finansial maupun non-finansial. Informasi ini digunakan untuk memberikan skor atau nilai kelayakan seorang peminjam. Semakin tinggi skor yang dihasilkan, maka tingkat kelayakan mendapatkan pinjaman semakin naik.

ADA berharap sistem analisis ini dapat membantu fintech melakukan analisis kelayakan peminjam dengan lebih mudah dan cepat. Dengan demikian, layanan pinjaman finansial akan semakin terjangkau bagi pengusaha kecil-menengah yang masih termasuk ke dalam kategori unbanked dan underbanked.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN