Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ananta Wiyogo, Direktur Utama PT  Sarana Multigriya Finansial (Persero), dalam diskusi Sesi 6 di hari ke-2 forum Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021). IDS 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan merupakan rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Ananta Wiyogo, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), dalam diskusi Sesi 6 di hari ke-2 forum Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021). IDS 2021 bertema Mengakselerasi Momentum Pertumbuhan merupakan rangkaian HUT Investor Daily ke-20 Tahun. Foto: Investor Daily/David Gita Roza

SMF Bidik Potensi Pembiayaan Sekunder Perumahan bagi 78,14 Juta Pekerja Informal

Rabu, 14 Juli 2021 | 19:22 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membidik potensi menyalurkan pembiayaan sekunder perumahan terhadap 78,14 juta pekerja informal di Indonesia. Pelaksanaan itu dilakukan melalui program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyampaikan, pembiayaan kepada sektor pekerja informal menjadi tantangan tersendiri. Karena segmen masyarakat tersebut juga berhak mendapatkan rumah, seperti yang tercantum pada Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapat hunian layak.

Mengacu pada Indikator Pasar Tenaga Kerja Indonesia dari Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2021 jumlah pekerja informal mencapai hampir 60% dari seluruh penduduk Indonesia yang bekerja. Artinya, terdapat 78,14 juta penduduk sebagai pekerja informal dari total 131,06 juta penduduk yang bekerja.

"Untuk itu langkah-langkah yang dilakukan SMF, karena (pekerja informal) tidak ada slip gaji, kita bekerja sama dengan Kementerian PUPR untuk membantu pelaksanaan program BP2BT. Para pekerja formal harus lebih dulu menabung selama enam bulan, kemudian akan diberikan pinjaman, lalu pinjaman itu akan dilakukan refinancing oleh SMF," kata Ananta pada acara Investor Daily Summit 2021 dengan tema Kebangkitan Investasi Properti yang disiarkan Beritasatu TV, Rabu (14/7/2021).

Dia mengungkapkan, kerja sama juga telah dilakukan dengan komunitas pekerja informal seperti para sopir Grab dibawah naungan Grab Indonesia. Selain itu, penetrasi pembiayaan perumahan bagi pekerja informal oleh SMF dilakukan melalui pembiayaan mikro yang ada di akar rumput, untuk juga mendukung dan mengembangkan usaha para pengusaha mikro.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN