Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Teller menghitung rupiah di sebuah bank pemerintah di Jakarta, baru-baru ini.   Foto: Investor Daily/DAVID

Teller menghitung rupiah di sebuah bank pemerintah di Jakarta, baru-baru ini. Foto: Investor Daily/DAVID

Standar Penyaluran Kredit Tahun Ini Lebih Longgar

Selasa, 19 Januari 2021 | 12:30 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Standar penyaluran kredit pada kuartal I-2021 diperkirakan tidak seketat periode sebelumnya, baik menyangkut plafon kredit, jangka waktu kredit, biaya persetujuan kredit, maupun persyaratan administrasi. Lebih longgarnya standar penyaluran kredit terjadi seiring meningkatnya kredit yang disalurkan perbankan tahun ini.

Hal itu terungkap dalam Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) yang diumumkan di Jakarta, Selasa (19/1).

Menurut Direktur Eksekutif/Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, sejalan dengan perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit baru, kebijakan penyaluran kredit pada kuartal I-2021 diperkirakan tidak seketat kuartal sebelumnya. "Itu terindikasi pada Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 0,4%, lebih rendah dibandingkan 3,2% pada kuartal sebelumnya," ujar Erwin saat mengumumkan hasil survei tersebut.

Erwin Haryono mengungkapkan, perkiraan lebih longgarnya standar penyaluran kredit pada kuartal I-2021 berlaku pada kredit investasi, kredit modal kerja, serta kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Adapun aspek kebijakan penyaluran yang diperkirakan tidak seketat kuartal sebelumnya meliputi plafon kredit, jangka waktu kredit, biaya persetujuan kredit, dan persyaratan administrasi," papar dia.

Survei Perbankan BI mengindikasikan penyaluran kredit pada 2021 tumbuh 7,3% secara tahunan (year on year/yoy), dibanding minus 1,4% pada 2020 (hingga November). Penyaluran kredit baru bakal meningkat sejak kuartal I-2021.

Berdasarkan hasil survei tersebut, responden memperkirakan kredit 2021 tumbuh 7,3% (yoy), dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2020 (hingga November) yang minus 1,4% (yoy).

Dari sisi jenis penggunaan, menurut Erwin Haryono, indikasi pertumbuhan kredit baru terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang tercermin pada nilai SBT masing-masing sebesar 25,6% dan 0,9%. Sedangkan kredit investasi terindikasi mengalami penurunan, tercermin pada nilai SBT yang negatif 10,6%.

Secara sektoral, kata Erwin, penyaluran tertinggi kredit baru terjadi pada sektor pertanian, perburuan dan kehutanan, serta sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi dengan SBT masing-masing sebesar 29,3%.

Survei Perbankan BI juga menunjukkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan pada kuartal I-2021 diperkirakan melambat di tengah indikasi meningkatnya penyaluran kredit. Perlambatan diperkirakan terjadi pada jenis instrumen giro dan tabungan. Bahkan, instrumen deposito diperkirakan tumbuh negatif.

 

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN