Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Uang Rupiah di sebuah bank. Foto ilustrasi: IST

Suku Bunga Kredit Perbankan Mulai Turun

Nida Sahara, Rabu, 24 Juli 2019 | 08:43 WIB

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rata-rata suku bunga kredit industri perbankan per Mei 2019 sudah menurun 5-7 basis poin (bps) dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan suku bunga kredit tersebut berpeluang terus berlanjut seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75%.

Statistik erbankan Indonesia (SPI) periode Mei 2019 yang dipublikasi OJK pekan lalu menunjukkan adanya penurunan suku bunga kredit perbankan pada semua jenis kredit. Penurunan rata-rata suku bunga tertinggi terjadi pada jenis kredit modal kerja yang menjadi 10,46% per Mei 2019 atau turun 7 bps dari posisi April 2019 sebesar 10,53%.

Sementara itu, rata-rata suku bunga kredit investasi perbankan per Mei tahun ini juga mengalami penurunan 5 bps menjadi 10,26% dari bulan sebelumnya sebesar 10,31%. Penurunan suku bunga kredit konsumsi juga tercatat 5 bps dari 11,62% per April 2019 menjadi 11,57% per Mei.

Dari data SPI OJK juga tercatat rata-rata suku bunga kredit berorientasi ekspor mengalami penurunan 8 bps menjadi 9,92% dari bulan sebelumnya di level 10,10%. Sedangkan rata-rata suku bunga kredit berorientasi impor pun turun 10 bps menjadi 9,98% dari bulan April yang berada di posisi 10,08%.

Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon Napitupulu menjelaskan, perseroan juga tentu akan melakukan transmisi suku bunga dengan menurunkan bunga deposito lebih dahulu, lalu diikuti bunga kredit. Dia juga menyebutkan, kredit yang disalurkan perseroan mayoritas adalah kredit konsumsi yakni kredit pemilikan rumah (KPR).

"Tentu kami akan ikuti penurunan bunga acuan BI. Kalau BTN kan hanya di perumahan dan konstruksi perumahan, dan KPR subsidi kami selama ini bunga dipatok 5%," jelas Nixon ketika dihubungi Investor Daily, Senin (22/7).

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA