Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut BRI Sunarso. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Dirut BRI Sunarso. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Sunarso: Bisnis BRI Tetap Tumbuh Positif

Rabu, 19 Agustus 2020 | 12:10 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Sunarso optimistis bisnis BRI akan terus tumbuh positif, di tengah upaya penyelamatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengalami tekanan sangat dalam akibat penularan wabah Covid-19.

“Saya yakin, bisnis BRI akan terus tumbuh meski menghadapi tekanan berat,” kata Sunarso saat memberikan keterangan pers terkait kinerja keuangan BRI pada triwulan II-2020 yang dilakukan secara daring di Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dia mengatakan, berbeda dengan krisis sebelumnya yang dialami Indonesia, krisis kali ini berdampak ke seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada pelaku UMKM.

“Ini terjadi akibat adanya pembatasan pembatasan yang dilakukan. Sejak awal pandemi, kami telah berkomitmen untuk fokus melakukan upaya penyelamatan dan membantu kebangkitan UMKM,” jelas Sunarso.

Upaya masif yang dilakukan oleh BRI untuk membantu UMKM tetap survive di antaranya melakukan restrukturisasi kredit. Hingga 31 Juli 2020, BRI telah melakukan restrukturisasi pinjaman senilai Rp 183,7 triliun kepada 2,9 juta debitur.

Perseroan juga berupaya mengakselerasi aktivitas ekonomi pelaku UMKM dengan terus menyalurkan pinjaman secara selektif. Hingga akhir Juni 2020 tercatat BRI telah menyalurkan kredit secara konsolidasian sebesar Rp 922,97 triliun atau tumbuh 5,23% secara year on year (yoy).

“Pencapaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri perbankan di bulan Juni 2020 sebesar 1,49% (yoy),” kata dia.

Sunarso juga menjelaskan, dari total pinjaman tersebut, sebesar 78,58% atau Rp 725,27 triliun disalurkan ke segmen UMKM. Perseroan menargetkan 80% portofolio pinjaman BRI di tahun 2022 merupakan pinjaman yang disalurkan ke segmen UMKM.

Memasuki semester II-2020, fokus BRI adalah membangkitkan kembali para pelaku UMKM, karena untuk restrukturisasi kredit bulan Juni dan Juli sudah melandai dibandingkan periode April dan Mei.

Gencarnya restrukturisasi yang dilakukan yang dibarengi dengan penyaluran kredit yang selektif mampu membuat NPL BRI konsolidasian terjaga di angka 3,13% dengan NPL Coverage 187,73% pada akhir Juni 2020.

“Bagi kami, pertumbuhan yang sustainable dalam jangka panjang merupakan hal utama. Oleh karena itu, kami berjibaku untuk memastikan debitur UMKM BRI bertahan karena menjadi sumber penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta tumpuan bisnis BRI di masa depan,” kata Sunarso.

Dari segi liabilities, BRI mampu menumbuhkan dana pihak ketiga (DPK) hingga double digit. Hingga akhir Juni 2020, DPK BRI konsolidasian tercatat Rp 1.072,50 triliun, tumbuh 13,49% (yoy), di mana pencapaian ini lebih tinggi dari penghimpunan DPK industri perbankan di bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,95% (yoy). DPK BRI didominasi oleh dana murah (CASA) sebesar 55,81%.

Di sisi lain, pandemi mampu mendorong transaksi digital di BRI sehingga mampu mendongkrak pencapaian pendapatan berbasis komisi. Hingga akhir semester I-2020, pendapatan berbasis komisi BRI sebesar Rp 7,46 triliun atau tumbuh 18,59% (yoy).

Strategi yang telah diterapkan perusahaan untuk tetap tumbuh di tengah pandemi membuahkan hasil yang positif. Hingga akhir Juni 2020, perseroan mampu mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp 10,20 triliun, dengan aset konsolidasian mencapai Rp 1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73% (yoy).

BRI juga mampu menjaga loan to deposit ratio (LDR) secara ideal di angka 86,06%, atau lebih rendah dengan LDR BRI akhir Juni 2019 sebesar 92,81%. Sementara itu, permodalan BRI mampu dijaga dengan optimal dengan CAR 20,15%.

Krisis yang tengah terjadi saat ini menjadi akselerator transformasi yang telah dilakukan BRI sejak tahun 2016. Transformasi yang dilakukan juga sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan UMKM dengan membawa misi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Meningkatkan produktivitas UMKM artinya sama dengan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,” kata Sunarso.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN