Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Bank BRI Sunarso

Dirut Bank BRI Sunarso

BRI RAIH PINJAMAN LN US$ 1 MILIAR

Sunarso: Pandemi Covid-19 Jadi Akselerator Transformasi Digital BRI

Aris Cahyadi, Sabtu, 6 Juni 2020 | 00:58 WIB

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan sangat siap menyambut penerapan protokol new normal akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang membatasi interaksi antarmanusia. Pasalnya, BRI telah melakukan transformasi khususnya di bidang teknologi informasi (TI) dan digital sejak tahun 2016, sehingga pandemi tersebut justru menjadi akselerator transformasi di tubuh BRI.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga staregi untuk beradaptasi menghadapi era new normal. Salah satu strateginya yakni transformasi secara TI dan digital yang telah dilakukan sejak tahun 2016.

"Menyambut era baru yang kita sebut new normal, sebenarnya di BRI tidak kaget, karena tranformasi BRI yang kami sudah rancang sejak tahun 2016, objek yang kami transform salah satunya adalah digital. Maka ketika menghadapi new normal, di mana kita terpaksa maupun dengan sukarela harus menggunakan instrumen-instrumen digital dalam bekerja, maka kami rasanya tidak kaget," kata Sunarso dalam virtual conference halal bihalal BRI dengan pemimpin redaksi media massa, di Jakarta, Jumat (5/6).

Menurut Sunarso, BRI justru menggangap pandemi Covid-19 ini menjadi akselerator transformasi digital BRI. "Hikmah dari krisis yang disebabkan dari Covid-19 ini yang mengaruskan kita bekerja dari rumah, dari remote area, tidak harus bertatap muka, maka rasanya krisis ini ada hikmahnya, bagi BRI krisis ini menjadi akselerator transformasi terutama transformasi di area digital," tambah dia.

Kinerja Keuangan BRI
Kinerja Keuangan BRI

Hingga saat ini, terdapat banyak proses bisnis BRI yang sudah didigitalisasi, di antaranya untuk office BRI punya BRIStar, loan processing BRI menggunakan BRISpot, kemudian dashboard monitoring BRI punya BRISim, sedangkan untuk e-learning BRI punya BRISmart, dan sejumlah program lainnya.

Selain transformasi digital, lanjut dia, BRI strategi lainnya yang dilakukan perseoran beradaptasi menghadapi era new normal yakni dengan mengutamakan manusianya yang disebut people first. Strategi tersebut dilakukan dengan penyesuaian jam kerja operasional, split operation, dan work from home (WFH).

Kemudian, lanjut dia, phaknya juga menerapkan protokol yang mengatur physical distancing, mewajibkan penggunaan masker, perubahan fungsi dan peran jaringan kantor BRI, dan penerapan protokol kesehatan di seluruh kantor BRI. "Selain kami sediakan masker, kami juga sediakan hand sanitizer dan wastafel. Semua karyawan juga berikan vitamin supaya tetap fit," ujar Sunarso.

Restrukturisasi Kredit BRI
Restrukturisasi Kredit BRI

Strategi ketiga, kata Sunarso, yakni yang berkaitan dengan bisnis. Menurut dia, dalam situasi saat ini pekerjaan paling utama adalah menjaga kualitas aset, terutama aset kredit dengan melakukan restrukturisasi. Meski demikian, pihaknya juga tetap menargetkan untuk bisa tetap tumbuh meski tidak seagresif dalam kondisi normal.

"Kami akan tumbuh diarahkan ke segmen UMKM, kemudian sektornya kami akan pilih sektor industri yang berkaitan dengan penyediaan bahan pangan pertanian, obat-obatan dan juga alat kesehatan, dan juga distribusinya sudah barang tentu akan lebih digital maka akan menggunakan platform e-commerce," kata Sunarso.

Adapun hingga akhir Mei 2010, tercatat BRI telah melakukan restrukturisasi terhadap 2,3 juta pelaku UMKM dengan total pinjaman mencapai Rp 140,24 triliun.

Pada kesempatan ini, Sunarso juga menyebutkan BRI telah mendapat pinjaman valas senilai US$ 1 miliar. Pinjaman diperoleh dalam skema club loan yang berasal dari 10 bank regional Asia, Eropa, dan Amerika.

Revisi Target BRI
Revisi Target BRI

Revisi Target

Pada kesempatan itu, Sunarso juga mengungkapkan, sebagai bagian dari strategi, BRI juga harus merevisi sebagian dari target. Salah satunya adalah target pertumbuhan kredit yang diproyeksikan hanya bisa tumbuh 5% hingga akhir tahun.

"Tidak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya dapak dari Covid-19 ini yang akan dirasakan perbankan adalah pada kuartal II dan kuartal III, mudah-mudahan pada kuartal IV sudah mulai kembali pulih. Oleh karena itu secara full year 2020 kami memprediksikan bahwa dari sisi loan growth kami hanya akan tumbuh 5% saja," ungkap Sunarso.

Rasio likuiditas, lanjut dia, juga diproyeksi akan berada dikisaran 90%. Untuk net interest margin (NIM) juga dipastikan mengalami penurunan dan diproyeksikan hanya akan berada di kisaran 5,5%.

"Tetapi kami tetap optimistis fee based income kami bisa tumbuh sekitar 7%. Meski demikian kami tetap akan menjaga NPL di kisaran 3%, dalam situasi yang seperti sekarang ini kami bisa menjaga NPL di sekitar 3% ini adalah ambisi dan aspirasi yang cukup baik," ujar Sunarso.

Segmen Kredit BRI
Segmen Kredit BRI

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN