Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu penyelenggara fintech lending adalah Bank BRI. Foto: IST

Salah satu penyelenggara fintech lending adalah Bank BRI. Foto: IST

Tambah 3, Penyelenggara Fintech Lending Berizin Jadi 36

Selasa, 24 November 2020 | 23:01 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyematkan status berizin kepada tiga penyelenggara fintech p2p lending. Dengan demikian, sampai saat ini terdapat 36 penyelenggara yang mengantongi status berizin.

Mengutip dari daftar fintech lending berizin dan terdaftar di OJK per 5 November 2020, tiga entitas yang dimaksud diantaranya adalah PT Dana Kini Indonesia (Danakini), PT Abadi Sejahtera Finansindo (Singa), dan PT Intekno Raya (Danamerdeka). Ketiga entitas tersebut menyelenggarakan kegiatan fintech lending konvensional.

"Sampai dengan 5 November 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK adalah sebanyak 154 perusahaan," demikian kata OJK menambahkan dalam keterangan resminya, Selasa (24/11).

Total jumlah penyelenggara itu berkurang dari 155 perusahaan menjadi 154 perusahaan. Satu penyelenggara fintech lending yang dibatalkan Surat Tanda Bukti Terdaftarnya yaitu PT Investdana Fintek Nusantara atau memakai nama platform iKredo.

Adapun pembatalan Surat Tanda Bukti Terdaftar iKredo menyusul dua penyelenggara lainnya pada 14 Oktober 2020. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Minitech Finance Indonesia dan PT Digital Quantum Tek.

Seperti yang diketahui, penyelenggara fintech lending mesti mengajukan proses berizin setahun setelah mengantongi tanda terdaftar dari OJK.

Selain itu, OJK juga mengumumkan terdapat satu perubahan nama penyelenggara fintech lending pada laman web dan nama aplikasi. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Solusi Bijak Indonesia, sebelumnya mengusung nama platform Sumur.id (https://sumur.id) kini menjadi Saku Ceria (https://sakuceria.id).

OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar atau berizin dari OJK. "Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan whatsapp 081 157 157 157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang Anda terima," imbuh OJK.

Sebelum secara resmi diumumkan OJK, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) lebih dulu menyampaikan bahwa pada bulan ini terdapat tiga anggotanya yang telah mengantongi status berizin. Sayangnya, ketika itu AFPI enggan membocorkan nama-nama perusahaan terkait.

"Bulan ini ada tiga fintech p2p lending yang mendapatkan status berizin, kami apresiasi apa yang telah dilakukan regulator sampai saat ini," kata Dewan Pengawas AFPI sekaligus CEO KTA Kilat Dino Martin pada suatu webinar, Kamis (19/11).

Adapun data terakhir OJK, akumulasi pembiayaan fintech p2p lending telah mencapai Rp 128,70 triliun per September 2020. Outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp 12,71 triliun. Sedangkan penyaluran pembiayaan baru fintech lending sepanjang tahun ini mencapai 42,70 triliun. AFPI sendiri memproyeksi pembiayaan tahun ini ditutup pada kisaran Rp 60 triliun.

Hanya pada September 2020, fintech lending mampu menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 6,82 triliun atau naik 39% (month to month/mtm). Nilai tersebut merefleksikan bahwa pembiayaan fintech lending sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Pembiayaan baru fintech lending pada Desember 2019 sampai Maret 2020 tercatat pada kisaran Rp 6,8 triliun sampai Rp 7,1 triliun.

Tren positif tersebut diikuti kualitas pembiayaan yang juga mulai membaik. Tingkat keberhasilan 90 hari (TKB 90) naik tipis dari 91,12% di Agustus menjadi 91,73% di September 2020 . Kendati demikian, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) masih diatas 8%.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN