Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gubernur BI Perry Warjiyo

Gubernur BI Perry Warjiyo

Tarif Transaksi dengan QR Code 0,7%

Minggu, 18 Agustus 2019 | 22:49 WIB

JAKARTA, investor.id- Bank Indonesia (BI) memutuskan transaksi yang menggunakan Kode Respon Cepat (Quick Response Code/QR Code) akan dikenakan tarif 0,7% kepada penjual (Merchant Discount Rate/MDR) untuk pembayaran jenis reguler, baik dengan satu jaringan alat pembayaran (on-us) maupun multijaringan (off-us)

Secara sederhana, tarif MDR adalah tarif yang diminta perbankan kepada penjual atas setiap transaksi yang menggunakan alat pembayaran milik perbankan tersebut, misalnya Mesin Perekam Data Elektronik (Electronic Data Capture/EDC).

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam peluncuran standar nasional Kode QR (Quick Response Code Indonesia Standard/QRIS) di Jakarta, Sabtu (17/8/2019), merinci bahwa selain pembayaran jenis reguler, transaksi Kode QR akan dikenakan tarif MDR untuk bidang pendidikan sebesar 0,6% dan transaksi di SPBU 0,4%.

Gubernur BI Perry Warjiyo (ketiga kiri) didampingi Deputi Gubernur BI Sugeng (kedua kiri), Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (ketiga kanan) dan CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja Danu Wicaksono (kedua kanan) dalam peluncuran standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS), di Komplek perkantoran BI, Jakarta, Sabtu (17/8). Foto: Investor Daily/Nida Sahara
Gubernur BI Perry Warjiyo (ketiga kiri) didampingi Deputi Gubernur BI Sugeng (kedua kiri), Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja (ketiga kanan) dan CEO PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja Danu Wicaksono (kedua kanan) dalam peluncuran standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS), di Komplek perkantoran BI, Jakarta, Sabtu (17/8). Foto: Investor Daily/Nida Sahara


Sedangkan untuk pembayaran bantuan sosial dan aspek lainnya yang menyangkut kegiatan sosial, BI menggratiskan biaya MDR atau nol persen.

"Pedagang-pedagang kecil seperti di food court bisa untung karena dengan QRIS ini bisa langsung membayar. Itu mampu mempercepat transaksi dan biayanya kami pastikan murah, jadi untung," kata Perry seperti dilansir Antara.

Dari rincian tarif tersebut, pembayaran Kode QR bisa dikatakan lebih murah jika dibandingkan bertransaksi secara off-us atau interkoneksi antarjaringan dengan pembayaran kartu debit melalui mesin perekam data elektronik (EDC).

Pasalnya tarif off-us untuk MDR saat ini berkisar 0 hingga batas atas satu persen, sedangkan tarif transaksi Kode QR sebesar 0,7%. Jadi penjual (merchant) bisa dikenakan tarif MDR yang lebih murah dengan kode QR jika dibandingkan tarif transaksi off-us pada EDC.

Sedangkan untuk transaksi on-us atau transaksi satu jaringan menggunakan pembayaran kartu debit via EDC berkisar 0,15% atau lebih rendah dibanding tarif transaksi Kode QR on-us yang sebesar 0,7%. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA