Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Taspen Proteksi, salah satu produk andalan Taspen Life. Foto: ist.

Taspen Proteksi, salah satu produk andalan Taspen Life. Foto: ist.

Taspen Life Tegaskan Penyidikan Tipikor Tak Pengaruhi Kinerja

Selasa, 18 Januari 2022 | 13:17 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) menegaskan bahwa penyidikan tindak pidana korupsi (tipikor) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak mempengaruhi kinerja dan integritas perseroan saat ini. Perseroan tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada nasabah.

Sekretaris Perusahaan Taspen Life Melly Eka Chandra menyampaikan, Taspen Life sebagai anak perusahaan PT Taspen (Persero), senantiasa berpegang kepada prinsip good corporate governance (GCG). Hal itu dijalankan secara transparan dalam seluruh investasinya dan dengan menaati seluruh aturan yang berlaku di Indonesia.

"Terkait penyidikan yang sedang berlangsung atas Taspen Life (bukan Taspen sebagai induk usaha), kejadiannya berlangsung pada tahun 2017-2018 yaitu sebelum Direksi atau Manajemen Taspen Life dan Taspen yang sekarang bertugas di Taspen Group, sehingga tidak berkaitan dengan kinerja dan integritas manajemen perusahaan saat ini," kata Melly lewat keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, Selasa (18/1).

Dia menuturkan, Taspen Life pun akan menghormati serta mengikuti seluruh proses hukum yang berlangsung. Pihaknya juga berkomitmen untuk dapat memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi seluruh nasabah, pemegang saham dan negara.

Di samping itu, Melly menuturkan, perusahaan turut berkomitmen memenuhi kewajiban pembayaran manfaat kepada nasabah dan memastikan seluruh premi asuransi dalam kondisi aman. Dia pun menilai, posisi keuangan per 31 Desember 2021 perusahaan masih dalam kondisi sehat.

"Taspen Life masih dalam kategori sehat dengan membukukan laba sebesar Rp 61,7 miliar dan risk based capital (RBC) atau tingkat solvabilitas mencapai 178,17% atau jauh di atas batas minimum RBC yang sehat yaitu 120%, dengan total ekuitas sebesar Rp 577 miliar dan aset sebesar Rp 6,03 triliun," jelas Melly.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung secara resmi telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Dana Investasi di PT Asuransi Jiwa Taspen Tahun 2017 s/d 2020 pada Selasa, 04 Januari 2022. Sprindik itu ditandatangani Direktur Penyidikan Jampidsus Nomor: Print-01/F.2/Fd.2/01/2022 tanggal 04 Januari 2022.

Pada Rabu 12 Januari 2022, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung mulai melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi yang terkait dengan perkara tersebut. Saksi yang diperiksa yaitu RS selaku Kepala Divisi Keuangan dan Investasi Taspen Life periode 2017 s/d 2020, diperiksa terkait investasi MTN Prioritas Finance Tahun 2017 oleh Taspen Life.

Dalam perkara ini, Kejagung menduga Taspen Life telah merugikan negara senilai Rp 161,62 miliar pada periode 2017-2020. Dugaan itu menyangkut penempatan dana investasi terhadap medium term notes (MTN) PT Prioritas Raditya Multifinance (PT PRM) senilai Rp 150 miliar pada 17 Oktober 2017.

Menanggapi itu, Plt Direktur Utama Taspen Life Ibnu Hasyim juga telah menyatakan bahwa premi para nasabah masih aman dan berkomitmen untuk tetap membayarkan kewajiban berupa manfaat asuransi. Pihaknya pun sudah membukukan pencadangan menyangkut penempatan MTN tersebut.

"Terkait pemberitaan Taspen Life tentang penyidikan oleh Jampidsus Kejaksaan Agung yang beredar saat ini, kami sampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan kasus lama yang terjadi pada tahun 2017-2018 yang telah di konsider dalam laporan keuangan dengan membukukan pencadangan sejak tahun 2019," demikian kata Ibnu.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN