Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Ilustrasi investasi. Foto: Nattanan Kanchanaprat (Pixabay)

Tempatkan Kelebihan Pendapatan, Konsumen Pilih Tabungan dan Deposito

Nida Sahara, Rabu, 7 Agustus 2019 | 08:12 WIB

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mencatat mayoritas responden menjadikan instrumen simpanan pada perbankan seperti tabungan dan deposito sebagai preferensi utama dalam menempatkan kelebihan pendapatan dalam 12 bulan ke depan. Sebab, kedua instrumen tersebut aman dan sangat likuid dibandingkan instrumen lainnya seperti saham.

Berdasarkan survei konsumen Juli 2019 yang dirilis BI, Selasa (6/8), sebanyak 46,1% responden akan menempatkan kelebihan pendapatannya dalam kurun waktu 12 bulan mendatang sampai dengan Juli 2020 dalam bentuk tabungan dan deposito.

"Tabungan dan deposito merupakan produk konvensional simpanan yang masih menjadi produk utama. Selain aman, kedua produk itu sangat likuid dibandingkan yang lain," jelas Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Handayani ketika dihubungi Investor Daily, Selasa (6/8).

Sementara itu, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Kiryanto mengatakan, meskipun saat ini banyak pilihan instrumen investasi yang memberikan tingkat bunga atau return lebih tinggi seperti pasar saham, namun bagi sejumlah kalangan, produk perbankan masih menjadi pilihan utama. "Mereka yang masih konservatif cenderung investasi di produk-produk investasi konvensional," ujar Kiryanto.

Selain tabungan dan deposito, jelas dia, masyarakat memang mulai memilih investasi pada properti, karena arah suku bunga kredit secara umum yang bergerak melandai pasca turunnya suku bunga acuan bank sentral yang mendorong minat masyarakat untuk semua segmen membeli rumah.

Berdasarkan analisis uang beredar periode Juni 2019 yang dipublikasi BI, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) bank umum membaik menjadi 7,42% secara tahunan (year on year/yoy) per Juni dibandingkan 6,27% (yoy) per Mei, sedangkan pertumbuhan kredit melambat. Hal tersebut membuat loan to deposit ratio (LDR) perbankan cenderung membaik atau turun dari 95,54% per Mei menjadi 94,28% per Juni 2019.

Jika dirinci, pertumbuhan tabungan perbankan per Juni sebesar 6,3% (yoy) mencapai Rp 1.846,4 triliun, melambat dari pertumbuhan Mei 2019 yang sebesar 8,2% (yoy). Untuk deposito, per Juni tercatat tumbuh 8,8% (yoy) menjadi Rp 2.479,1 triliun, melambat dari Mei yang naik 8,9% (yoy). Sedangkan perbaikan DPK bank pada Juni 2019 didorong oleh giro yang meningkat 5,2% (yoy) dibandingkan Mei 2019 yang tumbuh 0,1% (yoy).

baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA