Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menyanpaikan sambutan di acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Kamis (6/8). Foto: Ist

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menyanpaikan sambutan di acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Kamis (6/8). Foto: Ist

Temuan BPK Dorong OJK Tingkatkan Perbaikan

Kamis, 6 Agustus 2020 | 21:39 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019 dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Adapun temuan dan masukan BPK dinilai dapat meningkatkan upaya perbaikan di tubuh OJK.

LHP OJK Tahun 2019 itu disampaikan oleh Anggota II BPK Pius Lustrilanang kepada Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Kantor OJK Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (6/8).

Dalam keterangan resminya, Wimboh menyatakan, temuan dan masukan yang diberikan oleh BPK akan sangat berguna bagi OJK dalam upaya untuk meningkatkan tata kelola, menyempurnakan proses bisnis, dan terus menjaga pengendalian internal yang efektif . Hal tersebut diperlukan untuk meningkatkan upaya perbaikan yang telah dilakukan pada seluruh aspek organisasi agar menjadi semakin berkualitas, efektif, efisien dan lebih matang sejalan bertambahnya usia OJK.

"Kami menyampaikan terima kasih dan menyambut baik seluruh temuan, masukan, koreksi, dan langkah-langkah peningkatan perbaikan yang disampaikan oleh BPK-RI selama proses audit atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019 yang dilakukan sejak tanggal 7 Februari sampai dengan 20 Mei 2020," kata Wimboh.

Dia menyampaikan, bahwa OJK juga akan tetap menegakkan tata kelola yang baik dalam menerapkan kebijakan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bersama pemerintah. Meski begitu, pihaknya turut mengharapkan peran dan dukungan BPK dalam mengawal pelaksanaan program tersebut.

"Kami berkomitmen untuk mendukung berbagai kebijakan PEN serta mengawal implementasinya. Tentunya tidak hanya kelancaran penerapannya tapi juga tata kelola yang baik tetap akan kami tegakkan dan kualitas pengambilan keputusan tetap terjaga," imbuh Wimboh.

Dia mengungkapkan, sepanjang 2019, OJK banyak melakukan perbaikan untuk menjadi lembaga otoritas yang kredibel. Antara lain menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 guna meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan memperkuat pengendalian internal serta governance penggunaan keuangan di OJK.

Wimboh memaparkan, peningkatan kualitas pengelolaan keuangan yang dimaksud akan dilakukan dengan berbagai langkah. Pertama, mempercepat penyelesaian pertanggungjawaban transaksi keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Kedua, mengembangkan aplikasi pengelolaan keuangan yang mengotomatisasi proses penyusunan laporan keuangan untuk meminimalisir potensi kesalahan.

Lalu ketiga, melakukan pengendalian dalam pelaksanaan anggaran OJK melalui percepatan tindak lanjut pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2020. Serta keempat, melakukan koreksi klasifikasi anggaran beban Pajak Penghasilan Pasal PPh 21 dan Pajak Penghasilan Badan menjadi kelompok Kegiatan Administratif.

Lebih lanjut, kata Wimboh, OJK sedang menyempurnakan peraturan terkait standar akuntansi keuangan. Hal itu digunakan OJK sebagai bagian untuk menjalankan continuous improvement untuk memenuhi ekspektasi para pemangku kepentingan.

Upaya perbaikan lainnya, sambung dia, OJK juga tengah melakukan peningkatan kapasitas internal dengan melakukan beberapa perubahan kebijakan di berbagai bidang. Seperti meningkatkan efektivitas organisasi, turut memperbaiki sistem manajemen keuangan menjadi sistem otomasi yang terintegrasi. Hingga mengoptimalisasi sistem manajemen sumber daya manusia, sistem manajemen aset, serta sistem procurement untuk memastikan proses yang akuntabel dan hasil yang berkualitas.

Dia menambahkan, bahwa OJK mampu mempertahankan opini WTP sejak 2013 dan terus berusaha menjadi lembaga yang bermanfaat bagi masyarakat, negara, dan pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, Wimboh pun turut mengapresiasi seluruh pegawai OJK yang tetap bekerja keras, berintegritas, dan profesional dalam setiap upaya mendorong OJK menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Anggota II BPK RI Pius Lustrilanang mengatakan, bahwa penyelesain pemeriksaan BPK dan penyampaian LHP OJK tahun ini merupakan yang tercepat selama BPK mengaudit OJK. Dia menilai, hal itu dipengaruhi akselerasi OJK dalam merespon penyediaan data bagi BPK.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Ketua dan Anggota Dewan Komisioner, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan yang tetap menjaga kualitas Tata Kelola Keuangan Negara sehingga kembali meraih Opini WTP sejak disusunnya Laporan Keuangan OJK pada tahun 2013,” kata Pius.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN