Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi Koperasi: IST

ilustrasi Koperasi: IST

Terdampak Covid-19, KSP Sejahtera Bersama Ajukan Proposal Damai ke Anggota dan Kreditor

Jumat, 28 Agustus 2020 | 17:24 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) tengah mengajukan proposal perdamaian kepada para anggota, kreditur maupun para stakeholder lainnya, seiring Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada tanggal 24 Agustus 2020, dimana KSP-SB dinyatakan dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Pengurus KSP-SB, Iwan Setiawan mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya mencukupi kebutuhan likuiditas dalam rangka menyelesaikan kewajiban kepada para anggota maupun kreditor.

“Kami terus berupaya mencari likuiditas dengan menjual aset, mencari pinjaman pihak ketiga maupun investor baik individual maupun institusi,” ujar Iwan dalam Konfrensi Pers yang digelar secara virtual dari Bogor, Jumat (28/8/2020).

Langkah perdamaian dengan anggota dan kreditor menurutnya bisa ditempuh dengan melakukan restrukturisasi atas kewajiban KSP-SB. Hal ini menurutnya akan membuat bisnis KSP bisa terus berjalan sehingga penyelesaian kewajiban dapat lebih cepat diselesaikan.

Apalagi prospek dan potensi bisnis KSP-SB masih sangat menjanjikan. Dikatakannya masalah likuditas yang membuat tertundanya kewajiban disebabkan karena dampak pandemi Covid-19. “Kondisi ekonomi yang sulit membuat tagihan kami kepada nasabah (debitur) tidak berjalan normal sementara biaya operasional terus berjalan,” imbuhnya.

Saat ini KSP-SB tengah mendata jumlah anggota dan kreditor serta jumlah kewajiban yang harus diselesaikan.

Dikatakan Iwan, restrukturisasi ini penting karena koperasi memerlukan penyesuaian untuk tetap dapat mempertahankan berjalannya usaha KSP-SB yang sudah berjalan hampir 17 tahun dan telah terbukti dapat melewati krisis ekonomi 2008.

“Kami juga tetap mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam melakukan penyaluran pinjaman untuk menghindari pinjaman macet, sehingga pinjaman dapat tertagih dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kuasa Hukum KSP SB, Suhatan Nasution, SH mengatakan, bersama Pengurus dan Pengawas pihaknya telah berupaya secara maksimal agar putusan PKPU tidak terjadi, namun hakim memutuskan berbeda.

“Selama proses persidangan di Pengadilan, mulai dari perkara PKPU ke-1, perkara PKPU ke-2, perkara PKPU ke-3, dan seterusnya, kami selalu berjuang agar hal ini tidak terjadi,” urainya.

Terkait pemenuhan kewajiban, pihak koperasi menurutnya sudah berusaha dan bekerja dengan berbagai cara untuk mencari dana likuiditas baik dengan cara menjual aset-aset yang dimiliki, mengajukan pinjaman kepada lembaga-lembaga keuangan, mencari investor baik perorangan maupun institusi.

“Namun usaha kami tersebut belum menghasilkan likuiditas yang mencukupi sehingga belum memuaskan anggota maupun mitra yang bekerjasama dan akhirnya Majelis Hakim memutuskan KSP-SB dalam status PKPU untuk paling lama 45 hari terhitung sejak tanggal putusan. Atas situasi tersebut, kami selaku Pengawas dan Pengurus menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota, karyawan kantor pusat, karyawan kantor cabang, serta seluruh mitra,” ujarnya.

Lebih jauh Pengawas dan Pengurus KSP-SB berkomitmen akan sepenuhnya tunduk pada ketentuan hukum yang berlaku dan bersikap kooperatif dalam menjalani seluruh proses PKPU.

“Tim Pengurus PKPU telah mendatangi kami Pengurus dan Pengawas di Bogor pada 25 Agustus 2020 dan telah memberikan penjelasan bahwa PKPU bukan merupakan rintangan bagi KSP-SB untuk tetap beroperasi sebagaimana biasanya. Tidak ada hal-hal signifikan yang berbeda antara sebelum dan setelah keadaan PKPU,” urainya.

Suhatan mengatakan, KSP-SB adalah koperasi yang telah berjalan selama 16 tahun dan selama beroperasi koperasi ini tidak pernah tercatat mengecewakan para stak holdernya baik anggota, karyawan maupun pihak-pihak lain yang telah bekerjasama. KSP-SB juga adalah koperasi yang telah memiliki berbagai penghargaan diantaranya: Tahun 2011 dalam ajang MICROFINANCE AWARD, sebagai koperasi berprestasi, dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. Tahun 2012, berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Koperasi Indonesia yang diterbitkan majalah Peluang dan Info Pasar KSP-SB menduduki posisi Nomor 10 untuk seluruh jenis Koperasi dan Nomor 1 Untuk Koperasi jenis Serba Usaha.

Kemudian tahun 2014 dalam ajang KSP Award, KSP-SB menjadi Pemenang untuk Kategori Koperasi Simpan Pinjam yang memiliki Struktur Organisasi Usaha Paling Dinamis Sesuai Lembaga Intermediasi. Tahun 2015 berdasarkan buku 100 Koperasi Besar Indonesia yang diterbitkan oleh Majalah PELUANG, KSP-SB naik menduduki urutan nomor 7.

Tahun 2016 KSP-SB mendapatkan REKOR MURI, sebagai Koperasi Penyelenggara RAT Pertama melalui medi elektronik dan saat ini sudah banyak diikuti oleh koperasi-koperasi lain bahkan aplikasinya, SOP RAT tertulis secara online melalui aplikasi dan bimbingannya kami berikan secara gratis.

Tahun 2017 KSP-SB menerima Penghargaan sebagai Koperasi Skala Besar Nasional Tahun 2017 dengan Teknologi Informasi/IT Terbaik, dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.

“Bahkan secara pribadi Ketua Pengurus KSP-SB sendiri diberikan anugrah Bhakti Koperasi Koperasi pada tahun 2016 dan Stya Lencana Wirakarya Koperasi pada tahun 2018,” urainya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN