Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekar Putih Djarot,  Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam diskusi Zooming with Primus - Kredit Bertumbuh, UMKM Bangkit, live di Beritasatu TV, Kamis (7/10/2021). Sumber: BSTV

Sekar Putih Djarot, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam diskusi Zooming with Primus - Kredit Bertumbuh, UMKM Bangkit, live di Beritasatu TV, Kamis (7/10/2021). Sumber: BSTV

Terus Melandai, Outstanding Restrukturisasi Kredit Perbankan Rp 770,76 Triliun

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:12 WIB
Herman

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren restrukturisasi kredit terus melandai hingga melewati pertengahan tahun ini. Sampai dengan 31 Agustus 2021, total outstanding restrukturisasi kredit perbankan sebesar Rp 770,76 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 4,81 juta.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 282,19 triliun berasal dari UMKM dengan jumlah debitur 3,46 juta, sedangkan non UMKM mencapai Rp 488,57 triliun dengan total 1,35 juta debitur. Sebelumnya, di Desember 2020, posisi restrukturisasi kredit perbankan sebesar Rp 829,71 triliun.

Sementara itu, untuk total outstanding restrukturisasi kredit perusahaan pembiayaan, per 6 September 2021 jumlahnya sebesar Rp 212,22 triliun dengan total debitur sebanyak 5,16 juta.

“Restrukturisasi kredit menunjukkan tren yang melandai. Ini mengindikasikan pelaku usaha sudah mulai beradaptasi terhadap pandemi Covid-19. Dengan meningkatnya mobilitas, demand juga meningkat,” kata Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dalam program Zooming with Primus bertajuk “Kredit Bertumbuh, UMKM Bangkit” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (7/10/2021).

Sekar menambahkan, pada Agustus 2021, kredit UMKM dan ritel juga masih mencatatkan pertumbuhan positif masing-masing 2,70% dan 2,84%. Sementara untuk kredit korporasi mulai kembali tumbuh secara month to month, meskipun masih berada di zona kontraksi.

“Porsi kredit UMKM sudah mencapai 19,9% dari total kredit. Dapat dilihat juga sebelum pandemi, pertumbuhan kredit UMKM pada 2019 sudah berada di level 7,75% secara year on year, lebih tinggi dibandingkan yang non UMKM. Tetapi memang di 2020 terjadi kontraksi akibat pandemi. Namun seiring dengan perbaikan mobilitas, pada Juli 2021 mulai tumbuh positif, meskipun belum tumbuh kuat,” kata Sekar.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN