Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Suasana di dalam kabin pesawat

Suasana di dalam kabin pesawat

Tiket Pesawat Diturunkan, Pemasaran Asuransi Perjalanan Berpeluang Meningkat

c04, Kamis, 18 Juli 2019 | 09:05 WIB

JAKARTA, investor.id – Asuransi umum melihat peluang untuk mengembangkan pemasaran produk asuransi perjalanan seiring dengan adanya kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif tiket pesawat berbiaya murah atau low cost carrier (LCC).

Chief Executive Officer (CEO) PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) Julian Noor menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut khususnya bagi bisnis asuransi perjalanan. Pihaknya optimistis bisnis asuransi perjalanan akan tumbuh sejalan dengan tren asuransi perjalanan yang perlahan membaik.

“Dengan adanya rencana seperti ini, kami yang memiliki produk asuransi perjalanan optimistis akan semakin meningkatkan portofolio bisnis kami. Walaupun tren asuransi perjalanan semakin membaik, rencana ini akan menjadi peluang untuk lebih meningkatkan pertumbuhan asuransi perjalanan,” kata Julian saat dihubuni Investor Daily di Jakarta, Rabu (17/7).

Adira Insurance mencatat, asuransi perjalanan bernama Travelin mengalami pertumbuhan per Mei 2019 mencapai 14% secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun 2018. “Kami yakin tren ini akan semakin meningkat sejalan dengan efektifnya rencana pemerintah terhadap LCC,” jelas Julian.

Sementara itu, Direktur PT Asuransi Central Asia (ACA) Debie Wijaya mengatakan, bisnis asuransi perjalanan anjlok akibat dari mahalnya tiket pesawat. Bahkan, penurunan tercatat hingga dua digit sepanjang tahun 2019. Meski begitu, dia menganggap masyarakat lebih merasakan dampak kenaikan harga tiket dibandingkan industri asuransi.

"Kalau efeknya terhadap asuransi ini yang paling belakang. Yang paling depan merasakan ya masyarakat yang membeli paket wisata dan penjual suvenir," kata dia dihubungi Investor Daily di Jakarta, Selasa (16/7).

Debie mengungkapkan, kebijakan pemerintah memberikan potongan harga tiket pesawat tidak secara langsung berdampak pada kinerja bisnis asuranai perjalanan. Pasalnya, kuota penumpang masih dianggap kecil. Adapun pihaknya berharap, nantinya kebijakan serupa dapat membuat tren positif.

"Ini tidak secara direct dan tidak seketika. Memang harapan kami ke depan dalam jangka panjang ya berharap positiflah," terang dia.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menurunkan tarif tiket pesawat penerbangan berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) untuk penerbangan domestik. Penurunan tarif tiket tersebut sebanyak 50% dari tarif batas atas (TBA).

Penurunan harga 50% berlaku untuk 11.626 kursi pesawat Lion Air dan Citilink dengan jadwal keberangkatan penerbanhan setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu, pukul 10.00-14.00.

Dihubungi terpisah, Ketua Harian Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan, asuransi perjalanan merupakan salah satu bisnis asuransi ritel yang memiliki potensi untuk tumbuh. Hal tersebut sejalan dengan tumbuhnya industri pariwisata yang didorong oleh perbaikan infrastruktur serta peningkatan daya beli masyarakat.

"Moda transportasi udara salah satu penyumbang asuransi perjalanan, di mana pihak asuransi dapat bekerja sama langsung dengan maskapai penerbangan, atau bekerja sama dengan biro travel perjalanan," kata dia di Jakarta, Senin (15/7).

Dody menambahkan, penurunan tarif angkutan udara jelas akan meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan moda pesawat dalam perjalanannya. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran akan risiko perjalanan, termasuk perjalanan moda transportasi udara. "Maka juga akan ada peningkatan permintaan asuransi perjalanan untuk transportasi udara ini," imbuh dia.

Yang dilakukan oleh industri asuransi saat ini dan ke depan, jelas Dody, adalah melakukan literasi kepada masyarakat tentang pentingnya berasuransi. Risiko dapat terjadi setiap saat. Di samping itu, perlu diciptakan produk asuransi perjalanan yang inovatif dengan menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

"Jika dulu asuransi perjalanan hanya menjamin kematian, cacat dan biaya pengobatan saja, maka ke depan sudah mulai banyak tambahan jaminan dalam asuransi perjalanan. Seperti biaya menginap di rumah sakit, ketinggalan pesawat, kegagalan berangkat alat angkut, rumah yang ditinggalkan mengalami kebakaran atau pencurian, dan lain-lain," tandas Dody.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN