Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
BFI Finance Area Manager Surabaya Nuzul Ittaqa (kanan) dan Branch NDF Car Manager Surabaya Ika Ratnasari (kiri) saat peluncuran BFI Express di Surabaya, Minggu  (15/12). (Foto: Amrozi Amenan/ID)

BFI Finance Area Manager Surabaya Nuzul Ittaqa (kanan) dan Branch NDF Car Manager Surabaya Ika Ratnasari (kiri) saat peluncuran BFI Express di Surabaya, Minggu (15/12). (Foto: Amrozi Amenan/ID)

Tingkatkan Keuntungan, BFI Finance Naikkan Modal Anak Usaha

Muhammad Ghafur Fadillah, Jumat, 24 Januari 2020 | 13:47 WIB

JAKARTA - PT BFI Finance Tbk (BFIN) meningkatkan modal  dasar   anak usahanya,  PT Finansial Integrasi Teknologi menjadi Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 100 miliar. Sedangkan  modal ditempatkan dan disetor dinaikkan menjadi  Rp 25 miliar dari sebelumnya  Rp 10 miliar.

Direktur keuangan perseroan, Sudjono menjelaskan peningkatan modal tersebut  untuk mendukung kinerja operasional perseroan dan entitas anak usaha sehingga dapat meningkatkan profitabilitas. "Sumber pendanaan tersebut berasal dari kas internal perseroan," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/01)..

Sebagai induk usaha, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) sejauh ini terus  mencatat pertumbuhan kinerja. Sampai dengan kuartal III 2019,  perusahaan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 3,2% menjadi Rp2,9 triliun dibanding  tahun 2018 sebesar  Rp2,8 triliun

Peningkatan pendapatan  terjadi karena perusahaan berhasil mengelola bisnis dengan efektif dan efisien, kendati kondisi pembiayaan secara nasional tengah mengalami konsolidasi.  Kinerja positif ini cukup melegakan  mengingat  sepanjang 2019  industri pembiayaan  hanya bertumbuh sekitar 3%, atau di bawah target awal  sekitar  6%. 

Pertumbuuhan yang tidak sesuai target  dipicu perilaku konsumen dan daya beli masyarakat yang menurun.  Pembiayaan pada segmen  modal kerja dan investasi  paling banyak mengalami pelemahan akibat turunnya harga komoditas. “Tren penurunan ini sudah terasa sejak tahun lalu, namun kami berhasil menjaga pendapatan Perusahaan tetap tumbuh. Salah satunya, kami berhasil menekan biaya kredit (cost of credit) menjadi 1,83%,” ujar Sudjono.

Peningkatan nilai pembiayaan baru juga tampak di kuartal III (Juli hingga September) 2019. Selama periode ini, perusahaan  mencatat nilai pembiayaan sebesar Rp4,185 triliun atau lebih tinggi 10,7% dari nilai pembiayaan baru kuartal II (April hingga Juni) 2019 sebesar Rp3,78 triliun. 

Komposisi  pembiayaan perseroan selama kuartal III 2019 meliputi, pembiayaan mobil sebesar 67%, roda dua sebesar 17%, alat berat dan mesin 14%, serta sisanya  pembiayaan properti, syariah, dan pembiayaan lainnya. “BFI Finance juga berhasil menekan rasio kredit bermasalah (Non-performing Financing/NPF) dari sebelumnya 1,43% di akhir Juni 2019 menjadi 1,06% di akhir September 2019,“ tambah Sudjono.

Sementara itu, laba bersih perusahaan stabil berada pada kisaran Rp1,09 triliun sampai dengan kuartal III 2019, sama seperti periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi jaringan, sampai dengan kuartal III 2019, BFI Finance telah berhasil menambah dari sebelumnya 389 outlet pada periode yang sama tahun lalu menjadi 401 outlet dengan 45 di antaranya melayani pembiayaan syariah. (fur)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN