Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) . Foto ilustrasi: IST

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) . Foto ilustrasi: IST

Tumbuh Agresif, Astra Life Bertekad Masuk Top 10

Kamis, 7 April 2022 | 22:43 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) bertumbuh secara agresif sejak 2014 sampai dengan 2021 dengan total aset Rp 7 triliun dan melayani hampir 4 juta tertanggung. Dalam lima tahun ke depan, perseroan bertekad untuk masuk dalam top 10 perusahaan asuransi nasional, termasuk dengan memperkuat saluran distribusi digital.

Head of Marketing Branding & Digital Channel Astra Life Windy Riswantyo menyampaikan, tahun 2014 menjadi tahun yang penting karena perusahaan telah berdiri dengan nama Astra Life. Ketika itu perusahaan berada di peringkat 30 di industri, peringkat 17 untuk jalur bancassurance, aset Rp 1 triliun, dan sekitar 400 ribu tertanggung.

"Pada 2021 kami mengalami lonjakan, bisa dibilang one of the fastest growing life insurer in the industry saat ini, dimana peringkat kami bertumbuh dari 30 menjadi 11, dari 60 pemain asuransi jiwa," kata Windy saat media visit secara daring dengan BeritaSatu Media Holdings, Kamis (7/4/2022).

Lebih lanjut, kata dia, tahun 2021 peringkat kanal bancassurance pun naik menjadi 8, jalur distribusi tambahan seperti e-commerce menempati peringkat 2 seperti data AAJI, jalur pemasaran IKNB peringkat 2, serta peringkat 6 terkait dengan EBC dan broker. "Nah aset tumbuh tujuh kali lipat dari Rp 1 triliun menjadi Rp 7 triliun, dengan jumlah tertanggung saat ini mendekati 4 juta," jelas Windy.

Dia menjelaskan, pencapaian itu tidak terlepas dari pertumbuhan positif dari kinerja keuangan Astra Life. Premi bruto dicatat (gross written premium/GWP) pada 2021 melonjak sembilan kali lipat dibandingkan tahun 2014 menjadi sebesar Rp 5,7 triliun. Secara tahunan (year on year/yoy), premi tumbuh 50% pada tahun lalu.

Baca juga: PermataBank Syariah & Astra Life Syariah Hadirkan One Stop Banking Solution

Demikian juga total aset, tercatat tumbuh lima kali lipat dibandingkan 2014 menjadi sebesar Rp 7,1 triliun atau naik 8% (yoy) pada 2021. Sedangkan saat ini total tertanggung ada sebanyak 3,7 juta, melesat dibandingkan awal berdiri sebanyak 400 ribu. Tahun lalu, klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp 700 miliar, dengan Rp 170 miliar di antaranya merupakan klaim terkait Covid-19.

Presiden Direktur Astra Life Windawati Tjahjadi menuturkan, setiap tahun Astra Life mencatat peningkatan peringkat yang baik dalam skala industri asuransi jiwa. Oleh karenanya, inovasi produk yang sedang dan telah dilakukan diharapkan mampu mendorong peningkatan bisnis di masa mendatang, termasuk dalam rangka meraih cita-cita perusahaan untuk masuk top 10.

"Ranking di skala pemain lokal kita sudah masuk 10 besar yakni posisi 6. Tidak dalam jangka waktu dekat, dalam lima tahun (2027) depan kita masuk dalam top 10 industri. Pemain-pemain di industri ini cukup baik," ucap Windawati.

Dia mengungkapkan, total aset Astra Life sendiri diperkirakan akan meningkat 5% di tahun 2022, yang akan disokong oleh aset investasi dari produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Produk tersebut masih menorehkan kinerja yang baik seiring dengan pemulihan situasi perekonomian nasional.

Windawati menegaskan, pihaknya menyambut baik aturan terbaru PAYDI dan akan memenuhi setiap ketentuan yang berlaku. Penyesuian sedang dilakukan, baik dari aspek penjualan, operasional, dan lainnya. Bisnis diperkirakan akan berdampak, meski belum diketahui besaran dampak yang dimaksud.

Terlepas dari hal tersebut, industri asuransi jiwa pada tahun 2021 tercatat masih tumbuh, bahkan bisnis baru (new business) tumbuh sampai dengan 12%. Hal ini mencerminkan bahwa pandemi membawa berkah tersendiri bagi asuransi jiwa bahwa kesadaran masyarakat mulai meningkat, khususnya untuk memproteksi diri melalui asuransi.

Baca juga: 2021, Astra Life Bayar Klaim Terkait Covid-19 Capai Rp 170 Miliar

Selain itu, klaim meninggal dunia yang melesat pada tahun lalu sempat mempengaruhi profitabilitas setiap perusahaan asuransi. Tapi di tahun 2022 klaim meninggal dunia diperkirakan melambat seiring dengan penyebaran virus Covid-19 yang mulai terbatas. Sehingga perusahaan asuransi jiwa pun dipercaya akan membukukan profitabilitas yang lebih baik.

Perkuat Kanal Digital

Di sisi lain, Windawati mengemukakan, Astra Life punya pembeda dibandingkan perusahaan asuransi jiwa lian dengan menggarap multi segmen, multi produk, dan multi distribusi. Dari sisi segmen, 25% tertanggung berasal dari grup atau kumpulan, sedangkan sisanya 75% adalah tertanggung individu. Padahal saat 2014, hampir seluruh portofolio dicatatkan dari segmen kumpulan.

Sedangkan dari sisi produk, setiap tahun produk baru dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan dari berbagai segmen dan jalur distribusi. Untuk tahun 2021, ada empat produk yang resmi diluncurkan, mulai dari perlindungan kesehatan di kanal ilovelife.co,id, dan tiga produk untuk kanal bancassurance menyangkut produk asuransi tambahan, serta asuransi jiwa dan kesehatan.

Dari aspek distribusi, kanal bancassurance memang masih mendominasi kontribusi premi lebih dari 60%. Kanal broker atas kemitraan dengan multifinance group terkait asuransi jiwa kredit memiliki kontribusi yang baik. Selain itu, ada kanal keagenan yang dimodifikasi sedemikian rupa menjadi professional direct sales.

"Astra Life menyebutnya professional direct sales, karena mereka membawa nilai-nilai yang sama dengan kanal lainnya. Ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menyamaratakan nilai-nilai pada setiap kanal distribusinya. Nah kita mau membangun dari yang tidak besar tapi culture dan value baik. Jadi suatu unity, baik dari direct sales, bancassurance, dan lainnya," jelas Windawati.

Baca juga: Astra Life Tingkatkan Literasi Keuangan bagi Generasi Sandwich

Jalur distribusi yang sedang naik daun dan menjadi andalan Astra Life ke depan yakni kanal digital. Kanal digital e-commerce ilovelife.co.id dirancang untuk memberikan kemudahan pembelian produk asuransi yang fleksibel dan terjangkau dengan proses digital end-to-end. Dalam realisasinya, kanal ini tumbuh 700% dibandingkan sebelum pandemi dengan lima produk fleksibel.

"Secara kontribusi kanal ini belum memberikan kontribusi mayoritas. Tapi kanal digital memberi harapan dengan melihat pertumbuhan yang mencapai dua kali lipat. Fenomena digital memang seperti itu, mulai dari kecil, tapi setiap tahun bisa tumbuh sampai besar," tambah Windy Riswantyo.

Menurut Windy, pengembangan kanal ini sejalan dengan upaya perusahaan untuk mengakuisisi segmen nasabah milenial, terutama usia 30-40 tahun yang mengerti pentingnya asuransi. Hal itu akan didukung kehadiran insurance technology (insurtech) yang banyak menawarkan produk asuransi mikro sebagai fase awal masyarakat memproteksi diri.

Insurtech mengambil bagian sebagai broker digital, sedangkan perusahaan asuransi layaknya produk manufaktur. Dalam hal ini, Astra Life mengakui produk yang dijual melalui kanal digital memiliki ticket size yang relatif kecil. Tapi secara jumlah, insurtech berkontribusi luar biasa.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN