Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Unit Link Beri Kontribusi 58,4% Premi Asuransi Jiwa

Oleh Nida Sahara dan Devie Kania, Kamis, 21 Februari 2019 | 14:27 WIB

JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan total premi asuransi jiwa nasional mencapai Rp 186,05 triliun pada 2018 atau tumbuh 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 183,84 triliun. Dari total premi tersebut, kontribusi produk unit link mencapai 58,4% dan sisanya dikontribusi produk tradisional.

Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Maryoso Sumaryono menjelaskan, tahun 2018 penuh tantangan bagi industri keuangan, tidak terkecuali bagi industri asuransi jiwa. Hal tersebut tercermin dari pendapatan premi asuransi jiwa yang tipis. Namun, masih bisa tumbuh positif di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

"Tahun lalu tumbuh positif walaupun naiknya 1,2% untuk total premi, tapi untuk premi bisnis baru tumbuh 6,4% (yoy). Produk unit link masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 58,4%, jadi sejak 10 tahun terakhir porsi unit link masih lebih besar dari produk tradisional," jelas Maryoso pada acara Penganugerahan Unit Link Terbaik 2019 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (20/2). Penghargaan tersebut diberikan oleh Majalah Investor bekerja sama dengan PT Infovesta Utama.

Maryoso mengungkapkan, produk unit link mulai populer pada awal tahun 2000-an. Awalnya, produk unit link single premium menjadi mayoritas, namun saat ini reguler premium lebih tinggi.

"Artinya kesadaran berasuransi di Indonesia sudah lebih tinggi, dan kesadaran dari perusahaan asuransi mencari nasabah juga meningkat. Ini menunjukkan pertumbuhan positif meski investasi ada gejolak," ungkap dia.

Menurut Maryoso, saat ini terdapat 41 perusahaan asuransi jiwa yang menjual produk unit link. Tahun lalu, premi unit link tumbuh cukup tinggi sebesar 16,4% (yoy), “Tahun ini pertumbuhan premi dari unit link masih akan terus meningkat dengan dukungan teknologi yang mempermudah dalam proses penjualan dan penjelasan produk kepada konsumen,” ujar.

Sementara itu, berdasarkan data statistik OJK, hasil investasi asuransi jiwa pada Desember 2018 sebesar Rp 6,62 triliun, turun dibandingkan Desember 2017 yang mencapai Rp 47,76 triliun. Hal tersebut karena kondisi ekonomi pada tahun lalu sedang bergejolak. Namun, diharapkan hasil investasi tahun ini bisa mulai pulih. (bersambung)

Baca selanjutnya di https://id.beritasatu.com/home/premi-unit-link-dominasi-total-pendapatan/185693

BAGIKAN